Mazmur 119 PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Monday, 18 August 2014 07:23

Mazmur 119

 

Introduksi:

 

Mazmur 119 terpanjang di seluruh Alkitab. Mungkin diinspirasikan Allah di zaman Ezra (Ezra 7:10). Teridiri dari 176 ayat karena menggunakan aliterasi 22 abjad Ibrani dari Aleph sd Tau.


Tiap abjad digunakan untuk 8 ayat sehingga 22 abjad dikalikan 8 sehingga pasal 119 berjumlah 176 ayat. (Dari angka-angka ini kita dapat mengajari anak-anak arithmatika: 22 adalah direpresentasikan dengan 2 jari sebelah kiri dan 2 jari sebelah kanan dikalikan delapan dan delapan itu 4 jari sebelah kiri dan 4 jari sebelah kanan dan hasilnya 176. Dan 176 ini juga dapat dibilang bahwa 7 di tengah itu adalah hasil dari penjumlah 1 di depan ditambah 6 sehingga 7 = 1+6). Ini merupakan alat peraga yang baik di sekolah minggu sehingga murid-murid akan selalu dapat mengingat bahwa 22 x 8 = 176 yang diperagakan dengan jari. Penemuan dari penulis di Pontianak 20 Agustus TT 2014).


Bagaimana cara mengingatnya? Mempelajari Firman tidak dapat dilakukan dalam waktu semalam saja. Tetapi bertahun tahun bahkan kekal. Di Yerusalem Baru umat tebusan Kristus akan belajar Firman yang tak terbatas itu selama-lamanya. Usaha adalah sama dengan energi rohani yang diberikan Roh Kudus untuk mempelajari Firman dari Kejadian hingga Wahyu. Berikut ini kesaksian yang dialami oleh Penulis bagaimana perjalanan panjang untuk mengenali Mazmur 119.


Pada tahun 1996, penulis pernah mengajar PA kepada para pemuda-pemudi di Kuching Sarawak Malaysia. Yaitu membaca Mazmur 119 dan setiap ayat diikuti waktu jeda supaya dapat lebih meresapi arti dari Mazmur yang panjang ini. Jika dibaca langsung maka Mazmur ini memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk menyelesaikannya.


Di tahun TUHAN 2002, di Far Eastern Bible College (www.febc.edu.sg), penulis diperkenalkan oleh para dosen tentang keistimewaan King James Version Bible. Di Mazmur 119 selalu dicantumkan huruf-huruf Ibrani yang dilafalkan ke Latin dari Aleph sampai dengan Tau. Waktu itu penulis selalu mencari Alkitab KJV yang dilay-out seperti itu. Puji TUHAN di mana TUHAN selalu memberikan kesempatan kepada penulis ke mana saja pergi ke daerah baru selalu membawa pulang Alkitab. Saat tahun 90an, berdinas ke Hongkong bersama Ketua BPM cum Menteri Investasi Republik Indonesia dan rombongan pebisnis yang mengadakan pameran dagang di Hongkong, penulis diberi kesempatan membeli Perjanjian Baru Mandarin yang berfonetik. Setelah itu penulis mengorder banyak PB ini untuk dibagi-bagikan di Malaysia dan Indonesia.


Waktu tinggal di Kuching penulis diberi kesempatan mengunjungi kapal Doulos dan di sana terbeli KJV dengan keistimewaan yang belum pernah terlihat sebelumnya yaitu semua kata-kata langsung dari Allah dicetak dengan tinta merah. Penulis membeli semua KJV ini dari Doulos dan dibagikan di Malaysia dan Singapura.


Tahun TUHAN 2004, saat penulis bersama rombongan FEBC yang dipimpin oleh Rektornya almarhum Pdt Dr Timothy Tow, penulis diberi sebuah Alkitab oleh missionary yang tinggal di Rumah Barakah dekat tempat pertempuran Daud dengan Goliat, sebuah Alkitab Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani yang sudah berusia 100 tahun.

 

Pada tahun TUHAN 2005, dari disertasi Th D Dr G Shakariah, penulis menemukan sebuah kutipan tentang 10 Nama dari Firman TUHAN di Mazmur 119 dan dari kutipan yang dicantumkan juga disebutkan  bahwa dalam Mazmur 119 hanyalah ayat 122 yang tidak mencantumkan satu dari 10 Nama Firman (Saksi, Firman, Kebenaran, Taurat, Jalan dan Perintah, PengHakiman, KeAdilan, BerResep, KeTetapAn: dalam kalimat yang lebih gampang diingat Saksi Firman Benar Tau Jalan dan Perintah Hakim Adil BerResep Tetap, kalimat inilah yang dihafalkan oleh para mahasiswa STARA).

 

Pada tahun TUHAN 2014 di HUT RI ke 69, penulis dituntun oleh Roh Kudus untuk mempelajari kategori seperti yang tercantum dalam makalah ini. Puji TUHAN atas pimpinanNya yang senantiasa kepada anak-anakNya untuk memahami FirmanNya, maka tepatlah gelar Yesus Immanuel yaitu Allah beserta kita untuk memahami FirmanNya.


Sejak 1983 TUHAN telah melahirkan baru penulis, penulis hobby membaca FIRMAN. Sebelumnya ayah penulis sejak tahun 1977 semasa beliau (Pdt Elyakin Phang Khin Sui) masih menjadi mahasiswa di Institut Theologia Aleitheia Lawang  Jawa Timur, beliau memberi tugas membaca Alkitab dan saya membuat reading log tetapi itu tidak murni. Baru setelah di FEBC tahun 2002 sd 2005 saya diminta mempraktekkan lagi reading log untuk buku-buku di Alkitab dan juga buku-buku referensi kuliah. Namun setelah dilahirkan baru saya benar-benar dengan rela membaca Alkitab.


Kesimpulan: kelahiran baru saya ditandai dengan diterbitkannya kesukaan membaca Firman setiap saat (Maz 119). Dan saya juga bercita-cita menyebarkan FirmanNya.


Ada yang menduga mazmur ini dibuat 3 kategori: Jiwa, Bait Allah dan Masyarakat dan satu Referensi atau Appendix. Dengan stratifikasi seperti ini maka kita lebih mudah mengingatnya.


Jiwa: berkat, bersih, tahu, segar-terbangun, terajari, menjadi saksi, menghibur


Masyarakat: puas, kebaikan, disempurnakan, melindungi dari jebakan, menstabilkan, sumber suka, menuntun


Bait Allah: kudus, doa, hikmat, adil, pengharapan, kemenangan dan sabbath.


Firman dan Gembala Baik


Setiap ayat di Mazmur 119 terdapat kata Firman dan kata yang sinonim seperti kesaksian, kebenaran, taurat, jalan, perintah, penghakiman, keadilan, resep/precept, ketetapan (10 nama dari Firman) kecuali ayat 122 tidak ada ke 10 kata tersebut di atas.

 


I. Firman Tuhan & Roh manusia (The First Sevens). Firman TUHAN dikaitkan dengan jiwa manusia karena di ayat 20, 25 dan 28 digunakan kata jiwaku. Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu. (119:20)


1. Aleph ayat 1 sd 8 :      Memberkati/membahagiakan Jiwa adalah membahagiakan jiwa seperti diajarkan di ayat 1, ”Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. (119:1).


2. Beth ayat 9 sd 16:       Menyucikan Jiwa. Seperti diajarkan di ayat Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. (119:9)


3. Gimel @ 17 sd 24:      Mendidik Jiwa supaya mengenal Firman. Seperti yang diajarkan di ayat 34, “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu (119:18).”


4. Daleth @ 25 sd 32      Membangun & menyegarkan Jiwa. “Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu (19:25).”


5. He @ 33 sd 40           Mengajari Jiwa kita  “Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati (119:34).”


6. Vau @ 41 sd 48          Mempimpin Jiwa kita menjadi Saksi Firman. Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu. (119:43 )


7. Zain @ 49 sd 56         Menghibur Jiwa. Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku. (119:50 )

 


II. Firman Tuhan & Hidup Orang Percaya di Masyarakat (The Second Sevens). Di ayat 61 dikatakan bahwa tali-tali orang fasik (ini berarti bahwa orang benar yang sudah diselamatkan TUHAN masih di dunia ini dan mereka dikelilingi oleh masyarakat). Tali-tali orang-orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan (119:61). Seperti perumpamaan TUHAN Yesus tentang Lalang di antara Gandum (Matius 13:24-30, 37-43). http://www.terangdunia.net/ringkasan-khotbah/708-lalang-di-ladang-gandum-perumpamaan-ke-30.


1. Kheth @ 57 sd 64       Firman TUHAN memuaskan umat di masyarakat. Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu (119:57). Bagian di awal ayat itu dapat diterjemahkan menjadi warisan atau pusaka yang memuaskan orang percaya sebab orang percaya diperintahkan untuk mencari kerajaan Allah dan kebenaranNya lebih dahulu dan itulah yang memuaskan orang percaya bukan mencari makan, minum dan pakaian dan yang lain-lain seperti yang terjadi pada orang-orang yang tidak percaya.


2. Teth @ 65 sd 72          TUHAN memperlakukan umatNya dgn kebaikan. Kebajikan telah Kaulakukan kepada hamba-Mu, ya TUHAN, sesuai dengan firman-Mu (119:65 ).


3. Yod @ 73 sd 80           TUHAN menyempurnakan kita dgn FirmanNya. Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu (119:73). Fisik kita diciptakan sempurna tetapi pengertian itu lebih penting daripada fisik sebab pengertian itu ada kaitannya dengan memahami hikmat/firman TUHAN dan melakukannya.


4. Kaph @ 81 sd 88        Firman TUHAN berguna saat kita dijebak musuh. Segala perintah-Mu dapat dipercaya; mereka mengejar aku tanpa alasan tolonglah aku! (119:86)


5. Lamed @ 89 sd 96      Firman TUHAN sumber stabilitas masyarkat. Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga (119:89). Teguh di sorga dan teguh di bumi dan meneguhkan/menstabilkan goncangan di masyarakat. Firman dapat menyembuhkan penyakit masyarakat.

6. Mem @ 97 sd 104       Firman TUHAN menyukakan umatNya. Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku (119:103).


7. Nun @ 105 sd 112      Firman TUHAN menuntun umatNya. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (119:105).

 


III. Firman TUHAN & BaitNya (The Third Sevens): TUHAN menyinari wajah kita adalah kalimat kiasan untuk doa (Bilangan 6:23-25). Bait Allah adalah rumah doa sehingga kelompok tiga ini berbicara tentang hubungan Firman dengan BaitNya. Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-kepadaku (119:135).


1. Samekh @ 113 - 120   Firman TUHAN sumber kekudusan. Orang yang bimbang hati kubenci, tetapi Taurat-Mu kucintai. (119:113)


2. Ayin @ 121 sd 128     Firman TUHAN referensi doa. Hamba-Mu aku ini, buatlah aku mengerti, supaya aku tahu peringatan-peringatan-Mu (119:125).


3. Peh @ 129 sd 136       Firman TUHAN sumber hikmat. Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. (119:130 )


4. Tzaddi @ 137 sd 144  Firman TUHAN sumber kebenaran dan keadilan. Engkau adil, ya TUHAN, dan hukum-hukum-Mu benar. (119:137).


5. Kof @ 145 sd 152       Firman TUHAN sumber pengharapan. Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu (119:147).


6. Resh @ 153 sd 160     Firman TUHAN sumber kemenangan. Perjuangkanlah perkaraku dan tebuslah aku, hidupkanlah aku sesuai dengan janji-Mu. (119:154)


7. Shin @ 161 sd 168      Firman TUHAN sumber Sabbath/Istirahat/Ketentraman. Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka. (119:165)

 

Apppendix :

 

IV. Firman TUHAN dan Penggembalaan (ayat 169 sd 176). Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan (119:176).

 

 

Pontianak Hari TUHAN di Hari Dirhagayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 tanggal 17 Agustus TT 2014 dari 1945.

Soli Deo gloria.

 

Last Updated on Thursday, 11 September 2014 09:53
 
Share