Raja Damai, Raja Kekal, Raja Mulia (Matius 001) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Thursday, 11 September 2014 09:46

Ringkasan Khotbah 6 Juli Tahun TUHAN 2013

 


Raja Damai, Raja Kekal, Raja Mulia

Matius 1:1-17

(Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan)

 


Injil Matius adalah Injil pertama yang ditulis di Perjanjian Baru. Dari 66 kitab (PL s/d PB), hanya ada 4 kitab yang disebut “Injil.” Hal ini karena telah dinubuatkan di Yehezkiel 1:10 dan diulangi lagi di Wahyu 4:7 bahwa “adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.” Cover buku “Injil Tuhan Yesus” adalah lambang keempat Injil ini. Gambar singa di sebelah kanan merupakan Injil Matius yang melambangkan Yesus adalah raja (Matius 1:1 keturunan dari Raja Daud). Gambar lembu di sebelah kiri merupakan Injil Markus yang melambangkan Yesus adalah budak (Markus 10:45). Ada lebih dari 40 kali kata “segera” ditulis di Injil Markus yang menjadi ciri khas kitab ini karena budak yang baik haruslah “segera” melakukan apa yang tuannya perintahkan. Gambar manusia di bagian depan merupakan Injil Lukas yang melambangkan Yesus adalah Putra Manusia. Dalam Lukas 3:38, tercatat silsilah Yesus sampai dengan Putra Adam dan Putra Allah. Putra Adam di sini menegaskan bahwa Yesus adalah manusia sejati karena Adam adalah manusia pertama yang Tuhan ciptakan. Lukas 3 merupakan buku generasi Yesus dari pihak Maria, sedangkan Injil Matius pasal 1 adalah buku generasi Yesus dari pihak Yusuf. Gambar burung rajawali pada bagian belakang merupakan Injil Yohanes yang melambangkan Yesus adalah Tuhan. Yesus sendiri yang memberitahukan kepada kita bahwa Ia adalah Tuhan dengan 7 kali kata “Aku adalah” dalam Injil Yohanes.

 


Injil Matius ditulis oleh Rasul Matius. Matius adalah nama Yunani yang diambil  dari bahasa Ibrani “Matitya” yang artinya “hadiah dari Tuhan.” Matius adalah satu-satunya murid Yesus yang disebutkan asal sukunya yaitu Lewi. Suku Lewi ditugaskan oleh Allah untuk mengajarkan Firman Tuhan kepada bangsa Israel. Mereka hidup tersebar di seluruh tanah Israel. Mereka tidak Tuhan berikan lahan pertanian untuk digarap, sehingga mereka hidup dari persembahan perpuluhan yang orang Israel berikan. Karena Matius berasal dari suku Lewi, maka pekerjaannya yang sebenarnya adalah mengajarkan firman Tuhan, tetapi dia lari dari panggilan Tuhan dengan bekerja sebagai pemungut cukai. Tetapi Yesus mengasihi dia dengan memanggilnya kembali menjadi murid-Nya (Matius 9:9). Matius jugalah yang nantinya menjadi salah satu dari 12 Rasul Kristus, dan ia kembali menjadi guru Injil sesuai dengan yang Tuhan tugaskan kepada sukunya. Hadiah Allah untuk gereja dalam Efesus 4:11 adalah “guru” yang mengajarkan Firman Tuhan.

 


Injil Matius ditulis 10 tahun setelah  Yesus naik ke surga, yaitu pada tahun 40. Injil Matius terdiri dari 28 pasal. Pada Matius 1:1 dituliskan bahwa Yesus adalah Putra Daud, Putra Abraham. Walaupun Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel yang hidup jauh sebelum Daud, tetapi dalam buku generasi Yesus, yaitu pada Matius pasal 1 ini, nama Daud disebutkan terlebih dahulu barulah nama Abraham. Hal ini dikarenakan Daud adalah raja, yang menegaskan bahwa Yesus, karena Ia adalah keturunan Daud, maka Ia adalah raja. Yesus adalah nama yang umum digunakan oleh orang-orang Yunani. Yesus atau Yosua (dalam bahasa Ibrani) berarti “Tuhan Juru Selamat,” sedangkan Kristus (bahasa Yunani atau Mesias dalam bahasa Ibrani) adalah sebuah gelar yang artinya “yang diurapi.” Ada 3 jabatan yang memerlukan pengurapan, yaitu  nabi, imam dan raja, Dan hanya Yesuslah yang memegang ke-3 jabatan ini sekaligus.

 


Dalam Injil Matius, kehidupan Yesus sebagai raja dapat dibagi menjadi 6 bagian, yaitu:

1) Pasal 1 dan 2 memberitahukan bahwa Yesus adalah Raja Surga yang telah lahir ke bumi, ditandai dengan orang-orang Majus yang datang dari timur dengan membawa persembahan ke Betlehem menemui Yesus dengan dipimpin Tuhan;

2) Yesus adalah Raja Yang Maha Kuasa. Dia adalah raja yang telah melakukan banyak mujizat;

3) Tetapi pada Matius pasal 12, Raja Yang Maha Kuasa itu ditolak oleh pemimpin bangsa Yahudi;

4) Yesus adalah raja yang mati dengan cara disalibkan. Di Matius 27:37, diatas salib Yesus tertulis “Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi” dalam 3 bahasa: Ibrani, Latin, dan Yunani;

5) Di Matius 28, raja yang telah mati itu bangkit dari kematian. Ia mengalahkan musuh manusia yang terakhir yaitu kematian, dan setelah kebangkitann-Nya Ia naik ke surga;

6) Dan Ia akan datang kembali.

 

 

Yesus adalah Putra Daud dapat kita baca di dalam:

1) Wahyu 22:16, dimana Yesus sendirilah yang mengatakan bahwa Ia adalah Putra Daud;

2) Matius 15:22, ada seorang wanita asing asal Kota Sidon yang meneriakkan bahwa Yesus adalah Putra Daud;

3) Matius 20:30, ada seorang buta yang menyapa Yesus dengan Putra Daud;

4) Matius 21:19;15, sewaktu Yesus masuk ke Kota Yerusalem pada saat Minggu Palem. Yesus juga dipanggil oleh beribu-ribu orang dengan sebutan “Putra Daud,” yang berarti Yesus adalah raja. Hal ini merupakan penggenapan dari janji Tuhan kepada Daud dalam II Samuel 7:13 bahwa dari keturunan Daud akan lahir seorang raja yang akan memerintah selama-lamanya. Janji Tuhan ini diulang kembali di Mazmur 132:11, I Tawarikh 17:11, Mazmur 89:4-5, dan Kisah Para Rasul 2:30. Setelah Yesus bangkit dari kematian, para rasul bertanya kepada-Nya kapan Ia akan memulihkan kerajaan Israel (KPR 1), ini juga membuktikan bahwa Yesus adalah raja.

 

 

Matius 1:17, dalam generasi Yesus dituliskan bahwa ada 14 keturunan dari Abraham sampai Daud, 14 keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan 14 keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. Angka 14 dalam buku generasi ini dikarena nama Daud yang dalam bahasa Ibrani ditulis dengan 3 huruf saja yaitu “DVD.” Huruf “D” merupakan abjad ke-4 dalam bahasa Ibrani, dan “V” merupakan abjad ke-6. Maka Daud yang dalam bahasa Ibraninya “DVD” tadi dapat diartikan dengan “4+6+4=14.” Padalah jika kita membaca Alkitab secara keseluruhan dan seksama, ada lebih dari 14 nama dari tiap-tiap keturunan, tetapi nama-nama tersebut tidak dicantumkan karena Tuhan menginginkan angka 14 yang berasal dari nama Daud.

 

 

Buku generasi di dalam Akitab dapat kita baca dalam Kejadian 5 dan 10, I Tawarikh, Ezra 2 dan 7, Matius 1, dan Lukas 3. Begitu banyak nama yang tercantum dalam buku-buku generasi di Alkitab karena semua mereka adalah manusia yang telah Tuhan ciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Tuhan. Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling mulia (Kejadian 1 dan 2). Tetapi manusia ini telah jatuh dalam dosa (Kejadian 3 dan upah dosa adalah maut. Tetapi di dalam nama-nama yang tercantum pada buku generasi itu, ada satu nama yang tidak berdosa yaitu Yesus Kristus. Nama itu disandingkan dengan nama-nama orang berdosa dengan maksud supaya kita yang berdosa percaya pada-Nya dan beroleh keselamatan. Perbedaan buku generasi Yesus dalam Matius 1 dan Lukas 3 adalah:

1) Semua nama pada Matius 1 setelah nama Daud adalah raja (Matius 1:6-11);

2) Di Matius 1:16 nama dari ayah Yusuf adalah Yakub, sedangkan dalam Lukas 3:23, nama ayah Yusuf adalah Eli. Eli yang tercatat dalam Injil Lukas ini adalah ayah mertua Yusuf (ayah Maria), ayah kandung Yusuf adalah Yakub seperti yang tertulis dalam Injil Matius;

3) Perbedaan nama dalam kedua Injil ini dimulai dari Injil Matius 1:6, dimana nama putra Daud yang tercatat adalah Salomo dan dalam Injil Lukas 3:31  adalah Natan. Dari perbedaan inilah banyak orang yang mengatakan bahwa Alkitab adalah kitab suci yang salah, padalah silsilah Yesus pada Injil Matius itu berasal dari Yusuf, sedangkan silsilah Yesus dari Injil Lukas berasal dari Maria. Silsilah dari Maria juga dicatat di Alkitab  karena Tuhan telah berjanji bahwa keturunan perempuanlah yang akan meremukan kepala si jahat (Kejadian 3:15). Janji ini dipertegas lagi di Luk 3:38  dengan mencantumkan bahwa Yesus adalah Putra Adam, Putra Allah. Janji Tuhan kepada Adam dan Hawa dipenuhi pada saat Maria melahirkan Yesus.

 


Dalam buku generasi Yesus ada nama-nama wanita di:

1) Matius 1:3 yaitu Tamar;

2) Matius 1:5, Rahab yang adalah mantan wanita tunasusila yang berasal dari Kanaan;

3) Matius 1:5, Rut orang Moab yang adalah keturunan Lot. Setelah Tuhan menghancurkan Sodom dan Gomora, Lot memperoleh putra dari putri kandungnya sendiri yang diberi nama Moab yang berarti “siapa bapakku” karena bapaknya juga adalah kakeknya;

4) Matius 1:6 muncul wanita yang hanya disebut sebagai istri Uria. Ia adalah Batsyeba yang tidak ditulis langsung tetapi ditulis dengan sebutan istri Uria karena Tuhan ingin menunjukan bahwa walaupun Daud telah berdosa dengan mengambil Batsyeba sebagai istrinya kemudian bertobat dan Tuhan mengamapuninya, tetapi sebagai konsekuensi dari dosanya tersebut, kesalahan Daud tetap dicatat di Alkitab. Tamar, Rahab dan Rut yang meskipun bukan bangsa Yahudi, akan tetapi karena mereka orang percaya maka Allah menggunakan wanita-wanita ini untuk menurunkan Yesus;

 


Nama pria dan wanita yang tercatat dalam buku generasi Yesus adalah nama orang-orang yang tadinya berdosa tetapi kemudian bertobat (terkecuali nama Yesus sendiri, karena Ia tidak berdosa) sehingga nama-nama mereka Tuhan cantumkan dalam Alkitab dan dalam Buku Kehidupan. Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita, asalkan percaya Yesus maka siapa pun dia, pria atau wanita, kaya atau miskin, atau dari suku apapun, semuanya akan mendapatkan anugrah keselamatan dari Tuhan karena Injil keselamatan Tuhan berikan untuk segala bangsa. Amin.

Diringkas oleh Indriyanti

 

 

Last Updated on Thursday, 11 September 2014 10:00
 
Share