Harta Terpendam (Perumpamaan ke-39) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Wednesday, 16 July 2014 09:56

Ringkasan Khotbah 8 Juni Tahun TUHAN 2013

40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori

VII. Allah Mengajarkan Tentang Gereja-Nya & Kerajaan-Nya

Harta Terpendam (Perumpamaan ke-39)

 

Matius 13:44

Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan

Di dalam Matius 13 terdapat 7 Perumpamaan Yesus tentang Kerajaan Sorga/Allah. Kerajaan Allah adalah kerajaan yang orang percaya nanti-nantikan dimana Yesus akan menjadi raja di Kerajaan Allah yang akan datang. Perumpamaan ke-1 tentang penabur. Perumpamaan ke-1 berkaitan dengan perumpaan ke-7 yaitu tentang pukat super. Perumpamaan ke-2 adalah lalang di antara gandum yang berarti orang percaya ditempatkan di antara orang yang tak percaya. Perumpamaan ke-3 dan ke-4 adalah satu biji sesawi dan ragi. Perumpamaan ke-5 tentang harta terpendam dan yang ke-7 tentang mutiara.

Pagi ini kita melihat perumpamaan ke-6 tentang harta yang terpendam di dalam tanah. Yang memiliki tanah tidak tahu bahwa di dalam tanahnya ada harta karun. Dalam perumpamaan ini jika tidak direnungkan dengan seksama kita tidak akan mengerti maknanya. Namun ada beberapa hal yang perlu kita pertanyakan: 1) Harta itu terpendam karena jika di rumah harta dapat dicuri atau dijarah saat perang maka paling aman dipendam ke dalam tanah; 2) siapa yang memendam harta itu kita tidak tahu; 3) berapa lama harta itu telah disimpan di dalam tanah kita juga tidak tahu. Ayat Matius 13:44 dapat kita bagi ke dalam beberapa elemen, yaitu:

Elemen 1: Harta karun

Hal kerajaan sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang. Harta karunnya begitu banyak dan berharga. Orang yang memendamkan harta tersebut sangat kaya. Ini melambangkan nilai kerajann sorga yang tidak terhingga nilainya. Jalan sorga dibuat dari emas. Benda yang paling berharga di dunia ini menjadi tidak berharga di sorga. Bagi orang percaya, benda yang paling berharga di dunia ini adalah sebuah Alkitab yang walaupun murah (kurang lebih 40-50 ribu Rupiah). Barang duniawi lainnya tidak dapat tahan selamanya. Ia akan berlalu, menjadi tua dan rusak sehingga tidak dapat digunakan lagi karena menjadi sampah dan harus kita buang. Firman Tuhan dan kerajaan Tuhan adalah kekal. Setiap yang percaya Yesus pasti mempunyai harta itu (Mazmur 119:111).

Elemen 2: Yang ditemukan orang

Apakah yang menemukan adalah seorang pekerja? Jikalau ya, tidak mungkin ia memiliki harta benda yang banyak untuk dijual untuk membeli lahan itu. Mungkin ia seorang penyewa. Menurut cerita orang Yahudi, mungkin karena putera si pemilik ladang sangat malas. Seharusnya puteranya itu yang mengerjakan lahan itu tapi karena dia malas maka lahannya disewakan kepada orang lain. Yang menyewa sangat rajin. Ia memelihara ladang itu dan pada saat ia menggali tanah mugkin untuk membangun fondasi atau untuk menanam atau untuk membuat saluran pengairan, ia berbenturan dengan sesuatu yang keras saat menggali dan ternyata benda keras itu adalah harta yang begitu banyak dan yang tidak terhitung nilainya. Kemana-mana ia menggali ia menemukan harta. Harta sorga juga tidak dapat kita hitung. Dan Allah ingin memberikannya kepada kita itu jika kita melayani Dia.

Elemen 3: Lalu dipendamkannya lagi

Ia mungkin hampir pingsan melihat harta yang begitu banyak. Namun ia pandai dan tahu menjaga perasaannya dengan jalan pikirannya sehingga ia tidak mengumbar perasaan senangnya dengan tidak memberitahu siapapun juga karena ia tahu tanah itu merupakan tanah sewa dan bukan milik dia. Ia tidak ingin hanya tahu bahwa di tanah itu banyak harta namun ia ingin memiliki tanah itu supaya harta yang terpendam di dalamnya juga menjadi miliknya. Demikian juga dengan Injil. Seseorang tidak hanya cukup tahu Injil, namun yang paling penting ia harus percaya dan bertobat dengan menyesali dosa-dosanya sehingga ia memperoleh rasa sukacita seperti seseorang yang bersukacita menemukan harta karun.

Elemen 4: Ia menjual seluruh miliknya untuk membeli tanah itu

Bagi dia, seluruh yang dia miliki tidak berarti lagi dibandingkan harta terpendam yang dia temukan. Dia begitu bersukacita lalu menjual seluruh miliknya untuk membeli tanah yang di dalamnya terdapat harta karun itu. Saat kita percaya Yesus, kita menemukan harta yang tak ternilai harganya. Kita harus membuang segala milik kita yang lama untuk mengikuti Yesus. Kita harus bertumbuh di dalam kasih karunia dan pengenal akan Juruselamat kita Yesus Kristus (II Petrus 3:18).

Elemen 5: Pembelian tanah

Setelah menjual semua miliknya, lalu ia membeli tanah itu sehingga menjadi miliknya. Ini artinya setelah kita percaya Yesus kita telah memiliki harta yang baru yang sangat berharga. Segala kehidupan dunia yang lama telah kita tinggalkan (jual) dan kita berjalan mengkuti Kristus dengan hidup yang telah diperbaharui. (Matius 16:24, Markus 8:34, Lukas 9:23).

Ada 3 contoh penemuan harta karun yang pernah terjadi: 1) Naskah PL yang ditemukan oleh gembala pada tahun 1949 di Gua Qumran; 2) harta karun Kapal Spanyol yang tenggelam tanggal 30 Juli 1715 ditemukan oleh Eric Schmitt pada September 2013 di Florida; 3) Suffolk yaitu harta karun Roma tahun 355 ditemukan tahun 2012.

Ada 2 jenis mengapa seseorang menjadi percaya Yesus, yaitu yang pertama: dari awal ia tidak mempunyai niat untuk mencari harta terpendam. Tujuan utama dia menggali tanah bukanlah untuk mencari harta karun. Ia menggali mungkin untuk menanam atau membuat pengairan ataupun membangun fondasi. Namun saat ia menggali ia menemukan harta karun. Sama halnya, di dunia ini ketika orang tidak mempunyai maksud untuk percaya Yesus namun pada akhrinya ia dipimpin Tuhan untuk menjadi percaya. Contohnya: 1) orang lumpuh di tepi Kolam Bethesda yang sudah lumpuh 38 tahun dan tidak diduga Yesus menolong dia (Yohanes 5:5); 2) Saulus yang sedang menuju Damaskus untuk membunuh orang Kristen menjadi mengenal Yesus (Kisah 9); 3) kepala penjara di Kota Filipi yang hendak bunuh diri menjadi percaya Yesus setelah di-Injili Paulus dan Silas (Kisah 16:16); 14) Onesimus, budak yang mencuri uang majikannya menjadi percaya karena Paulus (Filemon 1:10). Semua ini membuktikan bahwa, ”bukan manusia yang mencari Yesus namun Yesuslah yang mencari manusia (Yohanes 15:16).

Orang jenis kedua mengapa percaya Yesus, akan kita bahas minggu depan.

Diringkas oleh Eunice Elsom, diedit oleh Pipit MJ

Last Updated on Wednesday, 16 July 2014 09:59
 
Share