Manusia yang Pertama Kali Menyaksikan Kebangkitan Yesus PDF Print E-mail
Written by Rev Elyakin Phang Khin Sui   
Saturday, 03 May 2014 12:40

Ringkasan Khotbah 27 April 2013

 


Manusia yang Pertama Kali Menyaksikan Kebangkitan Yesus

 

Markus 16:9-11

 

Oleh: Pdt. Elyakin Phang

 


Markus 16:9 dengan jelas memberitahukan kita bahwa setelah Yesus bangkit dari kematian di pagi-pagi pada hari pertama di minggu itu, Ia menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Di dalam sejarah gereja Maria Magdalena adalah orang yang pertama berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Yesus menampakkan diri-Nya pertama kali bukan kepada Maria ibu-Nya, bukan juga kepada kepala murid Petrus tetapi kepada Maria Magdalena, ini adalah hal di luar dugaan kita.

 


Di dalam Alkitab terdapat 6 orang yang bernama Maria; 1) yang paling terkenal adalah Maria ibu kandung Yesus; 2) Maria dari Kota Betania yaitu saudari dari Marta dan Lazarus; 3) di Markus 15:47, Maria yang adalah ibu dari Yoses; 4) Maria ibu dari Yakobus dan Yohanes (Markus 16:1); 5) di Yohanes 19:25, Maria istri Kleopas; 6) Maria Magdalena yang berasal dari Kota Magdala. Nama Maria Magdalena tercatat 15 kali di Alkitab dimana 6 kali disebut tersendiri dan 9 kali disebut bersama dengan kelompok wanita lain. Maria ini adalah juga seorang pemimpin para wanita seperti halnya Petrus yang adalah pemimpin para murid.

 


Pertama, kita akan belajar siapakah Maria Magdalena. Di Alkitab memang tidak banyak ditulis latar belakang dirinya. Dia berasal dari Kota Magdala yaitu sebuah kota di daerah Galilea. Namanya pertama kali disebut di Lukas 8:2 bahwa Yesus mengusir 7 roh jahat yang merasukinya. Setelah dia disembuhkan Yesus, ia menjadi wanita yang paling beriman. Ia yang sebelum percaya Yesus adalah wanita yng tidak baik (Lukas 7:37 mengatakan bahwa ia ada seorang perempuan yang terkenal berdosa), setelah percaya Yesus ia seumur hidup selalu ingat bahwa Yesus telah berbuat baik kepadanya sehingga ingin membalas kebaikan Yesus. Sejak mengenal Yesus sampai Yesus disalibkan, dikuburkan dan bangkit kembali, Maria sangat peduli kepada Yesus. Ini membuktikan bahwa ia sangat mengasihi Yesus.

 

 

kedua, kita belajar bagaimana Maria Magdalena mengasihi Yesus. Maria Magdalena mensupport/mendukung segi financial pelayanan Yesus (Lukas 8:3). Ia beserta rombongan perempuan yang lain mendukung pelayanan Yesus dengan menggunakan kekayaan yang mereka miliki. Sesuai kebudayaan orang Yahudi, para wanita tidak dapat langsung melayani Yesus sehingga rombongan perempuan ini melayani Yesus dari segi keuangan.


Tiga tahun yang lalu saya ke gereja selalu membawa tas biru dari kain. Kemudian ada beberapa saudara yang mengumpulkan uang lalu membelikan sebuah tas merk Polo yang sangat berharga untuk saya. Kemeja batik yang sedang saya kenakan hari ini adalah pemberian cucu saya Eunice sewaktu ia memenangkan lomba cerita bahasa Inggris se-Kalimantan Barat. Pada tahun 1990 ketika saya ditahbiskan menjadi pendeta di GKKB, sepasang suami istri yang sekarang sudah pindah ke Jawa memberikan sebuah cicin emas bermata untuk saya. Demikain juga pada waktu Natal atau Imlek banyak saudara yang memberikan keluarga kami bingkisan/angpao. Semua itu adalah bentuk kasih dan perhatian yang merupakan dukungan/support materi yang keluarga kami terima. Mereka yang memberi telah melakukan sama seperti dengan apa yang telah Maria Magdalena lakukan pada Yesus. Semoga Tuhan membalas kebaikan mereka semua (Matius 10:42). Rasul Paulus mengajarkan ”lebih baik memberi daripada menerima.”

 


Maria ini telah mengasihi Yesus sampai pada saat Yesus disalib ia masih tetap mengasihisi Yesus (Matius 25:56, Yohanes 19:25). Ketika Yesus disalibkan, hanya 7 wanita yang dipimpin oleh Maria Magdalena dan rasul yang dikasihi Yesus yaitu Yohanes yang berada di bawah kaki salib. Para murid laki-laki yang lain sudah tidak nampak batang hidungnya.

 


Ketiga, Maria Magdalena dengan mata kepala sendiri melihat dimana Yesus dikuburkan. Sebagai mahluk solsial kita sering meghadiri kebaktian penghiburan di rumah duka. Tetapi kita biasanya tidak mengantar sampai pada penguburan kalau yang meninggal itu tidak mempunyai hubungan yang dekat dengan kita. Akan tetapi Maria Magdelan bukan hanya setia sampai di bawah kaki salib Yesus, ia juga mengantar sampai Yesus dikuburkan dan ia melihat tempat Yesus dikuburkan karena ia tidak ingin berpisah dengan Yesus. Setelah Yesus dikuburkan, ia masih mengamat-amati kubur Yesus. Di Markus 16 dikatakan bahwa ia ingin juga merempah-rempahi mayat Yesus karena para wanita tidak sempat meminyaki tubuh saatitu. Ia ingin melakukannya untuk menuntaskan keinginannya. Kasihnya kepada Yesus sangat mendalam. Pada saat ia tiba di kubur Yesus, ia melihat batu besar yang menutupi kubur Yesus sudah terbuka dan mayat Yesus sudah tidak ada. Ia berpikir bahwa mayat Yesus sudah diambil orang sehingga ia cepat-cepat pulang ke Yerusalem memberitahukan kepada Petrus dan Yohanes. Petrus dan Yohanes segera ke kubur Yesus, kemudian kembali lagi ke Yerusalem tetapi ia tidak. Ia menangs di dekat kubur Yesus. Setelah itu ia melihat 2 malaikat dan mereka berkata kepadanya, ”mengapa engkau menangis?” Maria menjawab, “ada yang mencuri mayat Tuhanku.” Saat itu Maria lupa kata-kata Yesus bahwa Ialah kebangkitan dan hidup (Yohanes 11:25). Waktu Yesus memanggil dia ”Maria,” ia berpaling kepada Yesus barulah ia sadar bahwa itu adalah Yesus yang telah bangkit.

 


Maria Magdalena sungguh mengasihisi dan peduli pada Yesus. Ia adalah manusia yang pertama melihat kebangkitan Yesus. Ia diperintahkan Yesus untuk memberitahukan kepada yang lain bahwa Yesus sudah bangkit. ”Kebangkitan Yesus adalah kekuatan Injil,” semoga kita dapat belajar dari keteladanan Maria Magdalena yang telah sungguh-sungguh mengasihi Yesus.

 

 

Diringkas oleh Rudy Rus

Last Updated on Saturday, 03 May 2014 12:43
 
Share