Perumpamaan Pesta Besar (Perumpamaan ke 33) Print
Written by Peter Yoksan   
Sunday, 30 March 2014 05:33

Ringkasan Khotbah 23 Maret Tahun TUHAN 2013

 


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori:

VI. Allah Menyatakan Diri-Nya adalah

Hakim dan Tentang Akhir Zaman:

Pesta Besar (Perumpamaan ke-33)

Lukas 14:16-24

Oleh: GS Peter Yoksan


Sebagai orang percaya kita diperintahkan untuk menjalankan perintah ke 4, “Ingat dan kuduskanlah Hari Sabat.” Sabat di Perjanjian Lama adalah hari Sabtu. Namun sekarang di Perjanjian Baru sabat kita adalah hari minggu karena Yesus bangkit pada hari Minggu. Di dalam hidupnya, Yesus telah melakukan semua perintah Allah karena memang ada tertulis beribu-ribu perintah Allah yang tidak mampu manusia penuhi semuanya. Yesus mewakili kita  pada hari Sabat pagi-pagi Ia pergi ke sinagoge untuk beribadah. Dan seperti biasa sesudah ibadah ada jemaat yang mengundang mereka untuk makan siang di rumah mereka.


Tema yang akan kita bicarakan  minggu ini adalah “Pesta Makan Besar.”

 

1. Pengajaran I (ayat 1-11)

Pada saat Yesus  dijamu di pesta makan itu, terjadi sedikit kekacauan karena banyak yang ingin merebut tempat duduk yang paling baik. Tidak ada yang ingin duduk di tempat yang tidak baik. Yesus mengajarkan kita jikalau kita  diundang makan, maka duduklah di tempat yang paling belakang, sehingga tuan rumah yang  mengundang melihat kita dan memanggil kita untuk duduk di tempat yang baik. Ini merupakan suatu penghormatan. Tapi jika kita diundang makan janganlah duduk di tempat yang paling depan dan baik sehingga oleh tuan rumah kita disuruh pindah ke belakang  karena tempat bukanlah untuk kita sehingga itu akan membuat sepertinya diusir dari tempat kita duduk. Tentu akan sangat memalukan.


2. Dan pengajaran II (ayat 12- 14)

Jika mengadakan pesta, undanglah orang miskin, orang timpang, orang cacat dsb supaya orang yang kita undang  itu tidak bisa mengundang balik kita. Yesaya 25:6-8 mengatakan Tuhan akan mengundang kita semua untuk pesta makan besar di Yerusalem. Jikalau kita adalah orang percaya maka pada saat Yesus datang kembali  Ia akan menghapus semua air mata kita dan kematian. Dan Dan Tuhan akan memberikan pusaka-Nya kepada kita.

 

Pada ayat 15 seorang berkata bahwa berbahagialah orang yang diundang ke dalam perjamuan Kerajaan Allah. Dan Yesus menanggapi pernyataan itu dengan menjelaskan hal tentang perjamuan Kerajaan Allah dengan Perumpamaan Pesta Besar.

 


Lukas 14:16-24  dapat dibagi menjadi 4 bagian:



1. Tuan itu mengundang semua orang yang ia kenal. Dia sendiri yang pergi mengundang orang-orang yang dia kenal itu. Semua yang dia undang mengatakan akan datang ke pestanya (ayat 16). Karena semua memberi menyatakan bersedia datang, maka tuan itu pasti menyiapkan begitu banyak makanan yaitu menyembelih beribu-ribu ekor kambing, domba dan lembu. Ketika hari H tiba, tuan itu pergi lagi untuk kedua kalinya kepada orang-orang yang telah dia undang yang menyatakan bersedia datang karena ia telah menyiapkan pesta super besar (ayat 17).

 


2. Setiap orang yang telah dia undang mengatakan mereka tidak dapat pergi  karena alasan-alasan tertentu. Alasan pertama: telah membeli ladang dan akan pegi melihatnya. Jadi ia minta maaf tidak dapat pergi ke pesta itu (ayat 18). Ini adalah bohong karena orang yang membeli ladang biasanya pergi melihatnya dulu baru membelinya. Alasan ke-2: telah membeli  5 pasang (10 ekor) lembu dan ingin pergi mencobanya. Jadi ia tidak bisa pergi ke pesta besar itu (ayat 19). Ini juga bohong karena biasanya orang mencoba lembunya dulu baru membelinya. Bukan sebaliknya. Alasan ke-3: baru menikah dan tidak ingin keluar jalan-jalan (ayat 20). Ini tidak masuk akal karena seharusnya orang yang baru menikah senang memperlihatkan pasangannya ke orang lain, bukan sebaliknya menyembunyikan di rumah. Orang yang baru menikah hanya dibebaskan untuk selama 1 tahun tidak boleh keluar perang jika terjadi perang di negaranya (Ulangan 24). Alasan- alasan ini mewakili semua orang di dunia ini. Kita tahu untuk semua alasan itu adalah alasan bohong. Mereka sebenarnya tidak mau pergi. Di sini TUHAN YESUS hanya mencontohkan 2 jenis pekerjaan yang dijadikan alasan untuk menolak Injil. Sebenarnya di masyarakat terdapat begitu banyak pekerjaan. Baru-baru ini di Inggris Raya, kantor Perdana Menteri melakukan penelitian pekerjaan apa saja yang paling membahagiakan. Mereka melakukan survey 275 jenis pekerjaan di Inggris mulai dari yang bawah sampai kepada yang paling tinggi. Ternyata pekerjaan yang paling membahagiankan adalah menjadi hamba TUHAN di gereja, petani dan lain sebagainya. Survey ini diulas lagi oleh satu wartawan BBC yang bernama Mark Easton.

 


3. Setelah mendengar semua alasan itu, tuan itu menjadi sangat marah dan menyuruh para hambanya untuk mengundang semua orang yang tidak ia kenal di setiap jalan-jalan besar. Namun demikian,  makanan yang dia sediakan tetap masih banyak dan masih banyak tempat kosong sehingga disuruhnya lagi para hambanya untuk pergi lagi semua orang yang tidak ia kenal di setiap jalan-jalan kecil (gang) untuk datang.

 

 

Maksud perumpamaan Yesus di atas adalah bahwa Injil pada awalnya diperuntukkan bagi  orang Israel. Dari Perjanjian Lama (Kejadian-Malakhi = 39 Kitab) orang Israel telah tahu tentang Yesus yang akandatang. Namun pada saat Yesus sudah benar-benar datang di tengah-tengah mereka, mereka tidak percaya dan menolak Yesus dengan memberikan berbagai alasan bohong sehingga Injil kemudian diberitakan kepada semua bangsa lain. Kita yang telah percaya Yesus adalah orang-orang miskin dan cacat secara rohani, namun telah Allah undang masuk ke dalam pesta besarnya seperti orang-orang miskin dan cacat yang diundang oleh tuan pada perumpamaan di atas.

 


4. Semua orang diundang tetapi mereka tidak mau datang (ayat 24).  Allah memberikan Perjanjian Baru bukan lagi menggunakan Bahasa Ibrani tetapi Bahasa Yunani yang merupakan bahasa utama saat itu. Dengan Injil semua orang Allah undang untuk masuk ke pesat besar-Nya. Namun Matius 22:11-14 memberitahukan kita bahwa untuk masuk ke pesta itu kita harus mengenakan baju pesta. Artinya, kita harus sungguh-sungguh lahir baru dan bertobat supaya kita memiliki jubah baru yang telah disucikan oleh darah Yesus sehingga kita layak masuk ke pesta besar Allah. Barang siapa yang tidak memiliki jubah baru dari Yesus, ia akan diikat dan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap dan di sanalah terdapat ratap dan kertak gigi.

 


 

Diringkas oleh Ereen, diedit oleh Pipit MJ

Last Updated on Tuesday, 01 April 2014 06:51