TUJUH ASPEK KEHENDAK ALLAH (Bag I: Dekritif) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Thursday, 29 December 2011 21:33

 

Ringkasan Khotbah 06 November 2011


Tujuh Aspek Kehendak Allah

Efesus 1:1-14

Oleh: GI Peter Yoksan


Kehendak Allah hanya ada satu namum memilik tujuh aspek/segi. Tujuh aspek kehendak Allah telah ditulis oleh seorang Reformator yang bernama Yohanes Calvin yang kemudian ditulis kembali oleh  Pendeta Timotius Tow.


Di dalam Mazmur 139 dikatakan bahwa Allah itu Maha Tahu, Maha Hadir dan Maha Kuasa dimana untuk mempermudah kita mengingatnya dapat disingkat menjadi Tahaqua. Sifat TaHaQua dari Allah inilah yang mendasari KehendakNya.


Kita perlu mengetahui dan merasakan kehendak Allah supaya kita dapat menurutinya. Namun, di dunia ini masih banyak orang yang melawan kehendak Allah. Meskipun Allah sesungguhnya tidak bisa dilawan oleh pihak manapun namun Allah itu panjang sabar. Di dunia ini tidak ada yang terjadi kalau tidak sesuai kehendak Allah. Kita harus membuat kehendak Allah terjadi dalam kehidupan kita. Bukankah kita senantiasa berdoa “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di dalam sorga” di dalam Doa Bapa Kami yang Tuhan Yesus telah ajarkan?


Tujuan dari seri khotbah kali ini adalah supaya setelah kita mendengarkan khotbah ini kita: 1) Mengetahui dan merasakan kehendak Tuhan; 2) berdoa supaya  kehendak Tuhan terjadi dalam kehidupan kita masing-masing.


Tujuh aspek kehendak Allah dapat dibagi menjadi 2 kelompok yang diingat dengan salib dimana yang vertical melambangkan empat aspek dan yang horizontal melambangkan tiga aspek. Empat  aspek vertical yaitu: 1) Dekritif (Ketetapan); 2) Preseptif (Resep); 3) Direktif (Pengarahan); 4) Desiratif (Keinginan). Tiga aspek horizontal yaitu: 5) Koperatif (Kerjasama); 6) Permisif (Permisi/Izin); 7) Punitif/Chastistif (Rotan/Hukuman).


1. Aspek Dekritif:


Yaitu dekrit Allah di dalam penciptaan dan pemilihan. Di dalam keputusan-Nya Allah tidak pernah meminta maaf karena Allah tidak pernah bersalah. Ada dua mahluk yang dipilih Allah yaitu manusia dan malaikat. Kita bisa percaya Tuhan, bukan kita yang memilih Tuhan namun Tuhan yang telah memilih kita sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4). Namun ada juga mereka yang diizinkan untuk binasa seperti Yudas Iskariot (Kis. 1:20). Ada tertulis dalam Kitab Mazmur, “Hendaklah perkemahannya menjadi sunyi, dan hendaklah tidak ada penghuni di dalamnya, dan hendaklah jabatannya diambil orang lain.” Jabatan Yudas digantikan oleh Rasul Paulus. Contoh lainnya adalah Saul. Saul digantikan oleh Daud yang hanya berasal dari keluarga kecil. Pada saat Saul ditegur oleh Samuel, dia tidak mengaku salah dan malah menyalahkan orang lain. Orang boleh mengkhianati kita, namun janganlah kita yang menjadi pengkhianat. Kalau kita dikhianati maka Tuhan akan memberi pengganti yang lebih baik. Selain manusia, malaikat juga dipilih Allah. Jumlah malaikat ada beberapa triliun (I Tim. 5:21). Tuhan akan menggunakan malaikat-malaikat untuk menghukum orang-orang.  Satu malaikat saja bisa membunuh kurang lebih 200.000 tentara. Ada 1/3 malaikat yang diijinkan melawan Tuhan (Wahyu 12:4). Mereka dilempar ke udara bersama iblis karena mereka memilih mengikut iblis ketika Lucifer berdosa. Kelak mereka akan dibuang ke danau api yang kekal.


2. Aspek Preseptif (Resep):


Yaitu Sepuluh Hukum supaya/resep kita hidup bahagia. Tuhan memberi kita 10 jari, masing-masing tangan ada 5 jari supaya kita ingat dan hafal dan taat akan Sepuluh Hukum Tuhan.    (bersambung).


Diringkas oleh Eunice Elson, diedit oleh Pipit MJ

 

 

Last Updated on Friday, 30 December 2011 06:32
 
Share