Prinsip Hidup Polycarpus PDF Print E-mail
Written by Ajin Thu   
Saturday, 06 August 2011 18:11

Ringkasan Khotbah 09 Mei 2010


Prinsip Hidup Polikarpus di Dalam Menjalaini Hidup Kekristenannya

II Timotius 4:6-8

Oleh: GI Ajin Thu


Polikarpus lahir pada tahun 69 M dalam sebuah keluarga Kristen. Dia merupakan salah satu murid Rasul Yohanes. Ia mempunyai seorang murid yang bernama Irenius. Polikarpus melayani di Smirna (Asia Kecil) sebagai uskup. Dia adalah saksi pengajaran gereja secara lisan. Pada tahun- tahun terakhir pelayanannya di Smirna muncul konflik sehingga orang-orang memburu Polikarpus untuk membunuhnya karena ia menolak untuk menyembah kaisar dan menghujat Kristus. Ia dibunuh oleh Kaisar Antonius Pius pada tahun 156 M pada 86 tahun.


Ada tiga prinsip hidup Polikarpus yaitu:

1. Polikarpus membenci ajaran sesat. Polikarpus dikenal sebagai uskup yang membela gereja orthodox. Di Smirna ia berhadapan dengan masion (anak sulung iblis). Masion mengajarkan ajaran sesat yang berbahaya bagi gereja yang disebut masionisme. Mereka mendirikan gereja lain yang bertentangan dengan ajaran Alkitab. Itulah permulaan perpecahan gereja. Masionisme mengajarkan perbedaan antara Allah Perjanjian Lama dan Allah Perjanjian Baru dengan mengatakan bahwa Allah Perjanjian Lama itu kejam sedangakan Allah Perjanjian Baru itu baik, Allah Perjanjian Lama itu tidak sempurna, Yesus tidak sungguh-sungguh lahir dan mati, melarang orang memakan daging, mereka menerima pernikahan yang tanpa hubungan suami istri dan membaptis orang mati. Di dalam suratnya polikarpus menulis bahwa barangsiapa yang tidak mengakui Yesus dia adalah Anti-Kristus. Polikarpus melarang jemaatnya untuk mengucapkan salam pada pengikut masion. Apa yang harus kita lakukan terhadap ajaran sesat? Kita harus memegang iman kita. Alkitab katakan bahwa kita harus menguji setiap ajaran dengan Firman Tuhan supaya kita tidak mudah disesatkan.


2. Polikarpus sangat berfokus kepada keluarga.
Polikarpus berkata bimbinglah istrimu, besarkan anak-anakmu dalam takut akan Tuhan, bimbinglah janda dan duda agar tetap setia kepada Tuhan. Semoga kaum muda tak bercela dan menjaga kemurniaan hatinya. Tanggung jawab orang tua terhadap anak-anak ( Ul 6:4-8) yaitu didikan orang tua harus berfokus kepada Tuhan (Ul 6: 7-9). Tujuannya adalah supaya anak-anak takut akan Tuhan, menghargai dan mengasihi Allah dengan segenap jiwanya (Yoh 17:1). Sebelum Yesus disalibkan ia berdoa untuk murid-murid-Nya. Orang tua juga harus mendoakan anak-anaknya. Kolose 3:18-20 berisi tangung jawab orang tua dan anak. Suami harus takut akan Tuhan, istri harus tunduk pada suami dan anak- anak taat pada Tuhan dan orang tua di dalam Tuhan.


3. Polikarpus setia kepada Kristus sampai mati
. Pada tahun 156 M polikarpus pergi ke Roma dan diterima oleh kaisar Roma Anisentus. Ia diperkenankan merayakan paskah 14 Bulan Nisan di sana. Setelah Polikarpus kembali dari Roma dia ditangkap, karena dia tidak mau menyembah kaisar. Apabila dia ingin dibebaskan maka dia harus menyangkal Kristus. Pada saat dia diminta untuk menghujat Yesus dia menjawab selama 86 tahun aku telah mengabdi kepada Kristus dan Ia tidak pernah menyakitiku. Bagimana aku dapat mencaci Raja yang telah menyelamatkanku? Kemudian dia dibakar hidup-hidup dan abunya dikubur di Simirna pada masa pemerintahan Antonius Pius.


Perjalanan kehidupan orang Kristen adalah seperti sebuah pertandingan. Pemenangnya akan mendapatkan mahkota. Hal terpenting yang harus kita lakukan adalah bergantung dan berharap pada Tuhan. Gunakanlah waktu kita secara baik utnuk melayani Tuhan dan mempertahankan iman kita kepada Kristus.


(Diringkas oleh Elisabet Cong & Akhiong, diedit oleh Pipit MJ)

Last Updated on Thursday, 25 August 2011 05:25
 
Share