Pandanglah Jauh Ke Depan PDF Print E-mail
Written by Pdt Elyakin Phang   
Saturday, 06 August 2011 17:04

Ringkasan Khotbah 06 September 2009

PANDANGLAH JAUH KE DEPAN

Kejadian 13:14-18

Pengkhotbah: Pdt. Elyakin Phang


Kita bersyukur pagi ini dapat hadir dalam ibadah kepada Tuhan. Ibadah adalah ibarat sebuah perjamuan makan rohani/pesta rohani. Jikalau kita diundang ke sebuah pesta tentu kita akan makan sekenyang-kenyangnya. Demikianlah kita juga harus menikmati perjamuan rohani yang disediakan yaitu menikmati Firman Tuhan dengan baik supaya kita mendapatkan berkat.


Kita melihat banyak politus, pengusaha, pemusik, pelukis dsb yang berhasil. Di balik keberhasilan mereka, ada rahasia yang mereka miliki. Mereka mempunyai pandangan hidup yang jauh ke depan. Mereka bertahan dalam segala kesulitan untuk menjadi berhasil.


Contoh lain adalah tanah di Sungai Raya Dalam. Beberapa tahun yang silam, daerah Sungai Raya Dalam adalah daerah pinggiran yang sepi. Orang tidak ingin membeli tanah di daerah itu karena masih penuh hutan belukar dan dianggap sebagai sarang hantu. Tetapi saat ini daerah itu telah berkembang pesat dan menjadi daerah yang sangat ramai. Harga tanah di situ telah melonjak beratus kali lipat. Orang yang berpandangan jauh ke depan yang telah membeli tanah di daerah itu sekarang pasti akan mengalamai untung yang besar.


Kejadian 13:14b, berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan” menunjukkan perintah Tuhan supaya Abram memandang jauh ke 4 penjuru dunia. Abram diminta untuk memandang sejauh mungkin yang dapat dia pandang dan Tuhan berjanji bahwa semua itu akan diberikan kepadanya. Betapa pentingnya untuk hidup dengan mempunyai pandangan hidup yang jauh ke depan.


Ketika terjadi perselisihan di antara para gembala Abram dan Lot maka Abram mempersilahkan Lot untuk memilih daerah yang Lot inginkan. Dan Lotpun memilih sesuai kehendak hatinya (Kej. 13:10). Seharusnya Lot yang lebih muda mempersilahkan Abram pamannya yang lebih tua untuk memilih terlebih dahulu. Tetapi karena ketamakan hatinya maka Lot memilih dataran Yordan yang menurutnya baik. Dari sana dia kemudian pindah ke Sodom & Gomora. Di sana dia menjadi pengusaha, pejabat dan dihormati orang. Dia hidup kaya raya tetapi di hatinya dia sudah melupakan Tuhan sehingga akhir hidupnya berantakan. Keluarganya hancur, istrinya menjadi tiang garam. Bahkan kedua putrinya yang masih hidup akhirnya melahirkan anak-anak dari dia. Putri yang tua melahirkan seorang putra dari dia. Putra itu diberi nama Moab, dialah nenek moyang orang Moab. Putri kedua juga melahirkan seorang putra dari dia. Putra itu diberi nama Ben Ami, dialah nenek moyang orang Amon.


Lain halnya dengan Abram yang tunduk kepada Tuhan. Dia mengalah untuk Lot dan memilih daerah dekat Hebron dan bahkan di situ dia mendirikan mezbah bagi Tuhan. Di situ dia melewati hidup yang sederhana dengan hidup di kemah dan bersekutu dengan Tuhan. Akhirnya namanya diganti Tuhan menjadi Abraham dan dia diberi janji untuk dijadikan bapa sejumlah besar bangsa. Dia telah hidup dengan memandang jauh ke depan dan berharap kepada Tuhan. Tuhan memberkati hidupnya dan memberikan keturunan yang tak terhitung banyaknya yaitu bagaikan bintang di langit dan pasir di laut. Marilah kita belajar hidup seperti Abraham. Hiduplah dengan memandang jauh ke depan. Janganlah kita hanya memandang hal –hal jasmani tetapi pandanglah hal-hal rohani. Pandanglah sekeliling kita dan lihatlah keluarga, tetangga dan teman-teman kita yang masih membutuhkan Injil. Bagikanlah berita Injil kepada mereka yang belum mendengarnya. Amin. 
(Diringkas oleh Akhiong, diedit oleh Pipit M Jong Pit Sian)

Last Updated on Thursday, 25 August 2011 05:40
 
Share