Bangunan Milik Allah Print
Written by Pdt Elyakin Phang   
Saturday, 06 August 2011 17:02

Ringkasan Khotbah 30 Agustus 2009

BANGUNAN MILIK ALLAH

I Korintus 3:10-15

Pengkhotbah: Pdt. Elyakin Phang


Rasul Paulus bukan hanya mempunyai pengetahuan yang baik tentang Allah, tetapi juga pegetahuan

yang baik tentang bangunan, dan ia memngunakan pengetahuannyta ini untuk membangun rohani kita.


Di dalam Kitab Kejadian disingung tentang Kain yang membangun sebuah kota yang dinamai seperti nama putranya Henokh. Di Kejadian 11:1-5, di daerah Sinar orang ingin membangun Menara Babel yang bisa mencapai langit. Salomo pada zamanya membangun Bait Allah yang sangat megah di Yerusalem tetapi sekarang sudah runtuh dan sisa reruntuhannya disebut Tembok Ratapan.

 

 

 


Pada zaman dahulu ilmu membangun sudah maju. Ini terbukti dengan adanya Candi Borobudur di Jawa Tengah. Di Mesir ada Piramida, di Cina ada Tembok Raksasa, di Itali ada Menara Pisa dll. Untuk masa sekarang ini, bangunan yang paling tinggi di dunia adalah sebuah hotel di Dubai yang tingginya adalah 810 meter. Tiga tahun lalu di Taiwan juga ada sebuah hotel yang disebut Bangunan 101 yang tingginya 509 meter. Di Malaysia juga ada menara kembar yang tinginya 452 meter yang juga merupakan salah satu bangunan tertinggi di dunia.

Pembagunan di bidang fisik hanya sementara dan tidak aman karena ada bencana alam seperti gempa bumi, angin kencang, badai, banjir dsb yang akan merusaknya. Rasul Paulus megajarkan kepada kita untuk dapat membangun bangunan rohani yang baik. Ia ingin agar kita menjadi seorang insinyur atau arsitek pembangunan yang handal.



Ada 4 hal yang harus diperhatikan agar bangunan yang kita bangun itu baik, yaitu:

1. Dasar yang kokoh dengan bahan yang kuat. Orang Kristen memerlukan fondasi yang kuat yaitu iman di dalam Kristus Yesus. Matius 7:24-27 mencatat tentang 2 macam dasar yaitu orang bodoh yang membangun di atas pasir dan orang berhikmat yang membangun di atas batu karang. Yang membagun di atas pasir akan hancur apa bila datang bandai dan banjir.


2.
Membangun dengan seksama di atas dasar yang kokoh. Bangunan janganlah seperti tahu, yang kalau di goyang sedikit saja menjadi hancur. Jika sudah ada dasar yang kokoh, maka bangunan yang dibangun juga haruslah dikerjakan dengan baik-baik, jangan asal membangun.


3.
Bahan baku yang paling baik. Ada 2 macam bahan baku untuk bangunan rohani, yaitu:

a) bahan baku dari emas, perak dan batu permata serta batu berharga lainnya (Wahyu 21:27). Untuk membangun rohani kita haruslah menggunakan bahan baku yang demikian. Seperti Abraham yang mempersembahkan Ishak, Maria yang mempersembahkan minyak Narwastu dan janda miskin yang mempersembahkan 2 peser uang, mereka adalah orang-orang yang telah membangun rohani mereka dengan bahan baku yang baik.

b) bahan baku dari kayu, jerami dan rumput kering, yaitu bahan yang tidak bermutu yang sederhana, murah dan cepat rusak. Orang yang membangun dengan bahan yang demikian bangunannya sebentar saja akan runtuh dan tidak tahan uji.


4.
Bangunan yang sudah dibangun haruslah diuji. Bangunan rohani kita akan diuji oleh api karena di dalam pelayanan selalu ada pelayanan yang asli maupun yang palsu. Oleh sebab marilah kita membangun rohani kita dengan dasar yang di dalam Kristus, bangunlah dengan seksama (sesuai Firman), pakailah bahan baku yang baik supaya kelak ketika diuji oleh api maka bangunan rohani kita tidak akan runtuh melainkan tetap kokoh berdiri serta tahan uji. Amin.

Dingkas oleh Rudy Rus, diedit oleh PMJ

Last Updated on Thursday, 25 August 2011 05:43