Kunci Sukses Daniel PDF Print E-mail
Written by Ajin Thu   
Saturday, 06 August 2011 17:00

Ringkasan Khotbah 23 Agustus 2009

KUNCI SUKSES DANIEL

Daniel 6:1-12

Pengkhotbah: GI Ajin Thu

Kitab Daniel adalah salah satu kitab nabi-nabi besar. Ia merupakan kitab nabi yang terakhir di dalam Perjanjian Lama. Nama “Daniel” berarti “Allah adalah Hakimku.” Daniel adalah keturunan Raja Hizkia. Daniel berasal dari keluarga terdidik dan kalangan atas Yerusalem. Daniel juga adalah seorang tawanan Yahudi namun berhasil menjabat sebagai perdana menteri di Babelonia. Daniel hidup di zaman rezim, bangsa adidaya yaitu Babilonia.

Kehidupan rohani yang baik biasanya menentukan kehidupan kita. Daniel memiliki rahasia sehingga dia menjadi sukses. Ada 3 rahasia kunci sukses Daniel, yaitu:


1. Daniel hidup dalam standar Firman Tuhan (Daniel 1:8-12)

Daniel tidak mau menyantap makanan yang telah ditetapkan oleh raja karena makanan tersebut telah dipersembahkan kepada dewa. Itu adalah kekejian di mata Tuhan. Daniel tidak mau menajiskan dirinya dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Standar Firman Tuhan berbicara tentang sikap yang tidak kompromi terhadap dosa dan siap untuk bayar harga. Kita harus menjaga kekudusan rohani dan membuat pemisahan yang Akitabiah dengan berani untuk menjalankan hidup yang sesuai standar Firman Tuhan karena hanya Firman Tuhan sajalah yang sempurna dan tidak bersalah.


2. Daniel menyadari semua yang dia miliki adalah berasal dari Allah (Daniel 2:27)

Daniel juga menyadari bahwa kesuksesan yang dia peroleh berasal dari Allah. Ia tidak pernah menjadi sombong. Segala yang kita miliki adalah milik Tuhan. Keluarga, pekerjaan, pelayanan bahkan hidup kita adalah milik Tuhan. Jika kita menganggap bahwa berkat yang kita peroleh itu adalah hasil kita sendiri, berarti kita sudah menomor duakan Tuhan. Tanpa Tuhan kita bukanlah apa-apa. Daniel tidak menerima pujian pribadi ketika dia dapat menterjemahkan mimpi Raja Nebukadnezar melainkan ia dengan terus terang mengatakan bahwa Allah yang telah membantunya. Pada akhirnya Raja Nebukadnezarpun mengakui Allahnya Daniel. Demikian juga dengan kita, janganlah dengan pujian yang kita dapatkan membuat kita menjadi sombong, tetapi sebaliknya kita harus menyadari bahwa semua yang kita miliki dan peroleh adalah pemberian Allah. Dengan demikian maka kita akan menjadi orang yang berharap dan bergantung kepada Allah.


3. Waktu-waktu pribadi Daniel bersama Tuhan (Daniel 6:11)

Tiga kali sehari Daniel bersekutu/beibadah kepada Tuhan. Hal ini menunjukan kedisiplinan Daniel bersekutu kepada Tuhan secara pribadi dengan berdoa dan memuji Tuhan. Keputusan raja tidak menggentarkan hati Daniel untuk bersekutu dengan Tuhan. Ia tetap berdoa dengan jendela yang menghadap Yerusalem yang terbuka. Di dalam hadirat Tuhan, ada banyak janji, hikmat dan kuasa yang dapat kita miliki. Kita tidak boleh mengabaikan ibadah kita. Kehidupan sosial, bisnis, pekerjaan dll tidak boleh menjadi penghalang kita untuk beribadah kepada Tuhan. Ibadah setiap hari merupakan hal yang sangat penting. Kita harus belajar mendisiplinkan diri untuk beribadah kepada Tuhan. Jadikanlah Tuhan yang terutama dalam hidup kita. Hiduplah dengan menunjukkan diri bahwa kita adalah orang yang telah lahir baru dengan taat kepada Tuhan. Amin.

Diringkas oleh Corry & Eunice, diedit oleh PMJ

Last Updated on Thursday, 25 August 2011 05:44
 
Share