KITA MEMERLUKAN SEMANGAT PENTAKOSTA Print
Written by Pdt Elyakin Phang   
Saturday, 06 August 2011 16:50

Ringkasan Khotbah 24 Mei 2009

KITA MEMERLUKAN SEMANGAT PENTAKOSTA

Text: Kisah Para Rasul 2:1-4

Pengkhotbah: Pdt. Elyakin Phang

Gereja pada zaman para rasul setelah Pentakosta sangat maju pesat. Ada beberapa faktor yang membuat gereja pada waktu itu mengalami pertumbuhan dan kemajuan yang pesat, yaitu:

1. Satu lubuk jantung berdoa bersama-sama dan bersatu dalam pelayanan (KPR 1:14)

Seandainya gereja kita ada 50 jemaat dan semua terjun dalam pelayanan dimana satu jemaat membawa satu orang percaya Yesus maka jemaat kita akan bertambah menjadi 100 orang. Janganlah kita menjadi pendenganr saja tetapi jadilah juga pelaku Firman. Sebagai orang percaya, jikalau kita tidak memberitakan Injil maka kita mempunyai hutang yaitu hutang Injil kepada mereka yang belum percaya. Kita memerlukan kerjasama baik dalam keluarga maupun dalam pelayanan supaya pekerjaan pemberitaan Injil dapat efektif.

2. Sekuat tenaga, setiap hari memberitakan Injil (KPR 2:14)

Rasul Petrus yang dahulunya adalah seorang pengecut menjadi seorang yang berani membeitakan Injil. Hal itu terbukti melalui khotbahnya 3000 orang dan 5000 orang menjadi percaya (KPR 2:41; 4:4). Dalam pekerjaan penginjilan ada harga yang mahal yang harus kita bayar. Rasul Petrus dan Paulus pernah ditangkap dan dipenjarakan, bahkan nyawa mereka menjadi terancam tetapi bahaya ancaman itu tidak menyurutkan semangat mereka di dalam mengabarkan Injil. Api Roh Kudus membakar lubuk jantung mereka sehingga berkobar terus di dalam mengabarkan Injil Yesus Kristus.

3. Bersama-sama mempersembahkan hidup dan harta untuk Tuhan

Kitab Roma pasal 1-11 membicarakan tentang doktrin, pasal 12 tentang persembahan. Orang Kristen janganlah memandang harta seperti nyawa. Seperti orang kaya yang bodoh yang tercatat di Lukas 12. Kita harus menjadi tuan atas harta kita, bukan sebaliknya harta yang menjadi tuan kita. Janganlah sampai harta kita mengikat hidup kita sehingga kita tidak dapat melayani Tuhan. Hendaklah kita menjadi Laut Galilea yang menerima air masuk dari sungai-sungai seperti Sungai Dan dan mngalirkan air keluar ke Sungai Yordan. Sebaliknya janganlah kita menjadi Laut Mati yang hanya menerima air masuk tetapi tidak mengalirkan air keluar.

4. Menjauhi kejahatan dan mencintai kebenaran

Gereja adalah seperti tubuh. Kita harus menjaga tubuh kita dengan baik. Janganlah kita merusak tubuh kita dengan memakan makanan yang tidak sehat sehingga kita diserang penyakit. Demikan juga gereja. Jikalau gereja telah disusupi aliran sesat maka gereja akan menjadi tidak sehat. Orang percaya juga ada yang tidak sehat dan berpenyakit rohani yaitu dosa. Hanya Kristus yng dapat membebaskan penyakit rohani kita karena hanya Kristuslah yang menebus dosa kita.

Diringkas oleh Hendriana, diedit oleh PMJ

Last Updated on Thursday, 25 August 2011 05:47