MARILAH KITA MELAKUKANNYA DENGAN MATA YANG TERTUJU KEPADA YESUS PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 06 August 2011 16:23

Ringkasan Khotbah 22 Februari 2009

   

 MARILAH    KITA    MELAKUKANNYA    DENGAN    MATA    YANG     TERTUJU  KEPADA  YESUS

  Ibrani 12:1-3

Pengkhotbah: Pdt. Elyakin Phang

 

Waktu adalah sangat berharga. Waktu membawa kita dari seorang anak menjadi dewasa, tua, meninggal dan kemudian masuk sorga. Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari. Pada hari ke 7 Allah beristirahat. Oleh karena itu setiap orang percaya diperintahkan untuk menghormati hari Sabat. Orang percaya adalah orang yang paling berbahagia karena pada hari Tuhan mereka dapat datang beribadah dengan memuji dan menyembah Allah.


Tubuh manusia terdiri dari banyak anggota seperti tangan, kaki, telinga, mulut dsb. Setiap anggota mempunyai fungsi. Tuhan memberi kita tangan supaya kita bekerja bukan untuk disalah-pergunakan seperti memukul istri, memukul anak atau mencuri.
Kaki berfungsi untuk berjalan dalam terang bukan dipakai untuk berbuat jahat dan hal-hal yang menyesatkan. Telinga untuk mendengar hal yang baik terutama Firman Tuhan bukan untuk digunakan sebagai alat gossip. Mulut dipakai untuk memuji Tuhan dan membangun kerohanian sesama bukan untuk menyatakan hal-hal yang jahat.


Salah satu anggota tubuh kita adalah mata. Kalau mata menjadi buta, maka itu akan membuat hidup menjadi penuh kesusahan.
Sekeliling menjadi gelap. Tidak ada siang dan malam. Setiap saat gelap. Kisah seorang yang buta dapat disimak di Luk. 18:35-43. Bandingkan juga dengan Lukas 11:34. Seseorang yang memiliki mata jasmani yang baik belum tentu mata rohaninya dapat melihat.


Saulus sebelum bertobat adalah tukang aniaya orang Kristen (KPR 9). Zaman sekarang orang Kristen juga banyak yang mengalamai penganiayaan seperti di Timur Tengah.


Yohanes 4:7, banyaklah berdoa kalau menghadapi situasi penganiayaan. Doa lebih kuat dari bom atom. Semakin dianiaya, orang Kristen semakin bertambah.  I Kor. 15:3-5, Tuhan Yesus adalah Juru Selamat kita. Ia memberikan kita tubuh rohani.
Ia adalah dasar kebenaran dan batu penjuru kita. (KPR 13:9; Markus 10).


Ada
3 hal yang dapat kita lakukan untuk dapat memandang terus kepada Yesus:


1. Jangan Memandang Lingkungan/Keadaan

Memandang keadaan dapat membuat kita menjadi kecewa, gagal dan putus asa. Orang percaya harus siap untuk memikul salib (Luk. 12:52:53). Kita harus siap menderita.


2. Jangan memandang Manusia

Memandang manusia kita akan menjadi sakit hati. Seperti 10 pengintai yang dikirim Yosua (Bil. 13-14) yang ketakutan karena lupa akan ke-MahaKuasaan Tuhan.


3. Jangan Memandang Diri Sendiri

Memandang diri sendiri akan membuat kita menjadi kecewa (karena kita memiliki banyak kelemahan). Nabi Elia setelah membunuh 450 nabi palsu lari ketakutan ketika mengetahui bahwa Ratu Isebel ingin membunuhnya.


Oleh sebab itu, orang percaya janganlah memandang lingkungan, manusia dan diri sendiri tetapi pandanglah Yesus. Berkat Tuhan cukup untuk kita. Ikutilah teladan Paulus yang hanya memandang kepada Tuhan (Filipi 4:13).

 Diringkas oleh Akhiong,  diedit oleh PMJ

 
Share