TIDAK TERHINGGA, KEKAL DAN TIDAK-BERUBAH DALAM KEBAIKANNYA Print
Written by Buswell, T Tow & J Khoo   
Wednesday, 17 August 2011 22:16

 

TIDAK TERHINGGA, KEKAL DAN TIDAK-BERUBAH

DALAM KEBAIKANNYA


A Systematic Theology

In the

Reformed and Premillennial Tradition

of J Oliver Buswell

By

Timothy Tow and Jeffrey Khoo

 

http://febc.edu.sg/assets/pdfs/febc_press/Theology_for_Every_Christian.pdf

 diterjemahkan oleh Peter Yoksan

 

Kata “kebaikan” di sini mengatakan tentang anugrah dan kasih dan rahmat Allah yang diberikan kepada manusia yang sudah berdosa dan berkekurangan. Adalah merupakan kebaikan Allah yang memimpin seorang kepada pertobatan (Roma 2:4).

 


Kebaikan Allah atau anugerah Allah merupakan tema yang paling ajaib dalam Alkitab. Merupakan kebenaran yang paling berharga yang pernah diberitakan bahwa Allah yang adil dan Allah yang menghakimi merupakan Allah yang sama yang membenarkan dan menyatakan benar orang berdosa dan orang fasik ketika mereka menempatkan iman mereka di dalam Yesus Kristus (Roma 3:26). Hal ini pasti, salib Yesus Kristus itu adalah demonstrasi tertinggi dari kebaikan Allah.

 


Karya penebusan Kristus di atas Salib adalah suatu perbuatan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya dan tidak pernah diulang untuk ke dua kali. Salib adalah tujuan inti dari Allah dari masa kekekalan. Kita bahkan dapat berkata bahwa hal ini merupakan prinsip dalam pusat dari Injil. Kristus disebut “Anak Domba yang tersembelih sebelum dasar dunia” (Wahyu 13:8). Tujuan dari penebusan (atonement) dalam Keilahian Tritunggal dari kekekalan lampau dapat dilihat dalam kata-kata Kristus berikut ini, “bahwa mereka dapat melihat kemuliaanKu, yang Engkau telah berikan padaKu: karena Engkau mengasihi Aku sebelum fondasi dunia” (Yohanes 17:24).

 

 

Buswell secara tepat menunjukkan bahwa Kristus bukanlah “pihak ke tiga” di Calvary. “Sang Perantara” (1 Timotius 2:5) adalah Allah dan sekaligus manusia, Dia sendiri tanpa dosa. Dia adalah Pihak yang kepadaNya kita telah berdosa. Dengan percaya kepada hukum perwakilan, setiap manusia harus berkata, “Aku adalah pihak yang telah meludahi wajahNya. Aku adalah pihak yang telah menganyam mahkota duri dan mengejek Dia dan menantang Dia untuk turun dari salib. Tindakan penyaliban Putra Allah dilakukan oleh wakil-wakil kita, yang juga adalah perbuatan kita sendiri. Aku, dengan seluruh umat manusia, seharusnya telah dicampakkan ke danau yang membara dengan api dan belerang. Dua belas legion malaikat seharusnya telah melaksanakan peperangan dari sorga dan mencurahkan cawan murka Allah ke atas manusia yang berdosa. Tetapi Kristus telah menanggung dosaku sebagai penggantiku (substitute). Kata-kata, “Bapa, ampunilah mereka,” sebenarnya dapat digantikan dengan, “Malaikat-malaikat, hancurkanlah mereka,” menunjukkan sesuatu cara di mana Dia telah mengambil alih tempatku dan Dia telah mati untukku.

 

Last Updated on Thursday, 18 August 2011 16:27