KEKAL DI DALAM KEBERADAAN-NYA PDF Print E-mail
Written by Terang Alkitab   
Thursday, 17 December 2009 22:08

MENGENAL ALLAH DAN FIRMANNYA (15/90)
Pedoman Saaat Teduh ( Hari Ke-15 dari 90 Hari)


KEKAL DI DALAM KEBERADAAN-NYA
IBRANI 1:8-12
Wahyu 22:12-13

 

"Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir."

Penulis-penulis Alkitab secara eksplisit mengajarkan dan terus menerapkan bahwa keberadaan Allah adalah kekal, sejak masa lalu sampai masa yang akan datang. Allah telah bereksistensi sejak kekekalan lampau dan akan terus bereksistensi sampai kekekalan yang akan datang; Dia tidak pernah memiliki awal dari keberadaan, Dia juga tidak memiliki akhir dari keberadaan.


Keberadaan Allah yang kekal secara gamblang dikemukakan di dalam banyak bagian Alkitab. "Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. Sebelum gununggunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah" (Mzm, 90:1-2). - `Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu.' Dan: 'Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian; seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan' "(lbr. 1:8-12; bdk. Mzm. 45:7,8; 102:26-28). "Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku"(Yes. 44:6; bdk. Why. 1:8,11; 21:6; 22:13).


Setelah pengumuman yang agung, "Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus" (Yes. 57:15), Allah dengan segara menambahkan, "tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk." Ide bahwa kekekalan Allah sama sekali tidak berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terbatas oleh waktu, adalah penyimpangan dari ajaran Alakitab. Allah sesungguhnya aktif bekerja di dalam ruang dan waktu.

RENUNGKAN
"Allah selalu memberikan inspirasi, Dia tidak  berkesudahan."

DOAKAN , .
Terima kasih Tuhan karena Engkaulah awal dan Akhir dari imanku.

 
Share