BISAKAH MANUSIA YANG TELAH TERJATUH MENGENAL ALLAH?(II) PDF Print E-mail
Written by Terang Alkitab   
Thursday, 17 December 2009 20:50

MENGENAL ALLAH DAN FIRMANNYA (8/90)
Pedoman Saaat Teduh ( Hari Ke-8 dari 90 Hari)

 

BISAKAH MANUSIA YANG TELAH TERJATUH MENGENAL ALLAH?(II)
ROMA 1:21-23
Keluaran 20:3-6

"Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah."

Manusia tidak memiliki dalih bahwa dia tidak mengenal Allah. Akan tetapi, karena terjatuh ke dalam dosa, manusia bukannya menyembah Sang Pencipta, melainkan telah berpaling untuk menyembah ciptaan-ciptaan Allah. Alkitab berkata bahwa ini adalah hasil dari kesengajaan manusia untuk mengabaikan engetahuan tentang Allah dan hasil dari imajinasi manusia sendiri. Karena menolak Allah, manusia semakin terperosok ke dalam kegelapan dan penyembahan berhala yang paling najis. Perhatikan empat kategori penyembahan berhala di Roma 1:21-23. Dan terhadap penyembahan berhala ini dijatuhkan hukuman yang paling berat yang dibisa dinyatakan: "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada
di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku" (Kel. 20:4-6: Perintah Kedua).


Keempat kategori penyembahan berhala yang telah kita lihat sebelumnya bisa dikelompokkan ke dalam politeisme, yaitu menyembah banyak allah atau dewa. Selain politeisme kita mendapatkan bentuk-bentuk lain dari penyembahan berhala, dan ekstrim lain terhadap politeisme adalah ateisme. Orang yang mengatakan bahwa Allah tidak ada berarti menghina Penciptanya, dan orang ini menyombongkan dirinya sebagai seorang "pemikir yang bebas." Agnostisisme yang berkata bahwa Allah tidak mungkin diketahui juga tidak berbeda dengan mezbah yang dibuat orang-orang Athena di Bukit Mars "Kepada Allah yang tidak
dikenal" (Kis. 17:23). Deisme, yang berkata bahwa Allah memang bereksistensi tetapi tidak lagi menjalankan kendali atas ciptaan-Nya, merupakan bentuk lain dari Epikurianisme, dan Panteisme yang berkata bahwa Allah adalah segala sesuatu dan segala segala sesuatu adalah Allah merupakan sebuah konsep Hindu. Humanisme merupakan penyanjungan terhadap manusia dan penyembahan terhadap diri sendiri. Materialisme atau Mamonisme, menjadikan uang sebagai lambang dari Dia yang mahakuasa. Pengetahuan tentang Allah melalui ciptaanNya saja tidak memadai untuk membuat manusia berdosa menuju penyembahan yang benar kepada Allah yang Mahakuasa, sang Pencipta.


RENUNGKAN
"Dunia... tidak mengenal Allah oleh hikmatnya"( 1Kor. 1:21).

DOAKAN
Ya Tuhan, aku tidak ingin menjadi pemikir yang bebas, melainkan pemikir  yang Alkitabiah.

 
Share