BAGAIMANA KITA TAHU ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH (II) PDF Print E-mail
Written by Terang Alkitab   
Tuesday, 27 April 2010 21:31

MENGENAL ALLAH DAN FIRMANNYA (77/90)
Pedoman Saaat Teduh ( Hari Ke-77 dari 90 Hari)

BAGAIMANA KITA TAHU ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH (II)

"Sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain."

2 PETRUS 3:15-16
1 Tesalonika 2:13


Kita tahu bahwa Alkitab adalah Firman Allah justru karena Alkitab menyatakan bahwa demikianlah adanya para penulis Alkitab, tidak satupun dari antara mereka yang menulis seperti penulis sekuler. Penulis sekuler menyampaikan menurut hati mereka sendiri, menurut pemikinan mereka sendiri dan menyatakan bahwa semuanya adalah milik mereka sendiri. Tidak satupun penulis Alkitab yang menyatakan kata-kata di dalam Alkitab adalah dari mereka sendiri. Setiap penulis berbicara di Nama Allah atau nama Tuhan Yesus Kristus. Setiap Kitab menunjuk kepada Sang Juruselamat umat manusia. Pernyataan, "Beginilah firman TUHAN [atau Tuhan Allah]," atau "Dengarkanlah† Firman TUHAN" atau "TUHAN berfirman..." muncul lebih dari 3000 kali di Alkitab.

Ke 39 Kitab di dalam Perjanjian Lama sejak dulu sampai sekarang diterima oleh orang, yahudi sebagai Firman dari Allah sendiri. Hal ini ditegaskan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Yesus menyatakan bahwa kedatangan-Nya bukan untuk menghancurkan atau ajaran-ajaran Perjanjian Lama, melainkan untuk menggenapi ajaran-ajaran tersebut (Mat. 5:17-18).

kitab-kitab di dalam Perjanjian Baru dinyatakan setara dengan Perjanjian Lama ketika Paulus berkata iman Gereja dibangun di atas dasar para rasul (Perjanjian Baru) dan para nabi (Perjanjian Lama), dengan Yesus sendiri sebagai Batu Penjurunya (Ef. 2:20). Petrus, ketika mengutip Paulus, menempatkan surat-surat Paulus pada kedudukan yang setara dengan "tulisan-tulisan lain," yang tentu saja merujuk kepada Perjanjian Lama. Selain itu, ketika Paulus menulis kepada gereja-gereja, di dalam Surat Pertama kepada Jemaat di Tesalonika, dia menandaskan bahwa firman yang dia berikan kepada mereka tidak boleh diterima seakan-akan††† merupakan perkataan manusia, "tetapiódan memang sungguh-sungguh demikian-sebagai firman Allah." (1Tes. 2:13). Singkatnya, kita melihat bagaimana para penulis baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru menyatakan asal-usul ilahi dari tulisan-tulisan mereka, tanpa perlu memberikan pembelaan, tetapi dengan otoritas dan otentisitas. Apakah
Anda percaya Allah adalah Penulis di balik setiap penulis manusia?

RENUNGKAN
Bagi kita, kita menerima Alkitab sebagaimana adanya, dari nilai yang terlihat. Apapun yang dinyatakan Kitab tentang† dirinya sendiri, kita menerimanya demikian, kita menerima otoritas Yesus Kristus, yang adalah Kepala jemaat" (Mc.Jntire).

DOAKAN
Tuhan, dengan imam aku meyakini Firman-Mu.



 
Share