MENGAPA MUJIZAT? PDF Print E-mail
Written by Terang Alkitab   
Wednesday, 21 April 2010 18:39

MENGENAL ALLAH DAN FIRMANNYA (68/90)
Pedoman Saaat Teduh ( Hari Ke-68 dari 90 Hari)

 

MENGAPA MUJIZAT?

"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya."

MARKUS 16:14-20 
2 Korintus 12:12

Pelayanan para rasul setelah kenaikan Kristus dimulai dengan mujizat "bahasa-bahasa" di hari Pentakosta. Mujizat ini terulang sampai organisasi gereja di zaman tersebut terbentuk dengan balk dan mungkin sampai semua kitab Perjanjian Baru telah beredar. Terdapat banyak mujizat demonstratif lain. Seperti disampaikan penulis surat Ibrani, "Keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikanNya menurut kehendak-Nya" (lbr. 2:3-4).

Tujuan mujizat-mujizat adalah pewahyuan dan pembangunan iman. Setelah menyinggung tentang banyak mujizat Kristus yang tidak tercatat, Yohanes menambahkan, "Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya" (Yoh. 20:31). Kristus beberapa kali menyatakan tujuan-Nya melakukan mujizat-munjizat dan Dia mencela orang-orang sekedar ingin menyaksikan hal yang spektakuler. "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda" (Mat. 12:39,40; bdk. Luk. 23:8). lni belum merupakan penolakan sepenuhnya terhadap keingintahuan yang sia-sia, karena Kristus meneruskan teguran-Nya dengan rujukan yang tegas kepada Yunus sebagai tipe bagi kebangkitan-Nya sendiri. Berusaha untuk melihat mujizat adalah lebih balk daripada sekedar berusaha mencari makan (Yoh. 6:26). Mujizat-mujizat-Nya adalah bukti bagi kebenaran kabar yang disampaikanNya. "Segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku" (Yoh. 5:36). Kristus lebih suka orang-orang menerima berita yang disampaikan-Nya berdasarkan nilai intrinsik dari berita tersebut, tetapi percaya kepada-Nya dikarenakan mujizat bukanlah hal yang salah. "Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaanpekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti. bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa" (Yoh. 10:37,38).

RENUNGKAN

"Iman tidak targantung kepada mujizat, atau tanda luar biasa yang manapun, tetapi imam merupakan karunia khusus dari Roh dan dihasilkan oleh sarana Firman" (Calvin).

DOAKAN
Tuhan, kiranya Firman-Mu yang kudus dan berkuasa mengubah hidup ku. dengan ajaib agar semakin sarupa dengan Kristus.

 
Share