PENCIPTAAN MANUSIA (II) PDF Print E-mail
Written by Terang Alkitab   
Tuesday, 30 March 2010 15:32

MENGENAL ALLAH DAN FIRMANNYA (48/90)
Pedoman Saaat Teduh ( Hari Ke-48 dari 90 Hari)

PENCIPTAAN MANUSIA (II)

"Gambar Allah yang tidak kelihatan."

KEJADIAN 1:26-27
Kolose 3:1-10

Apakah yang dimaksudkan dengan "gambar Allah'? Ada yang berargumentasi bahwa gambar Allah hanya     terdapat di dalam jiwa manusia, bukan di dalam tubuhnya, karena Allah adalah murni roh. Tentang hal ini, ada yang telah mengatakan bahwa jiwa menyandang gambar Allah, sedangkan yang lainnya telah berkata bahwa jiwa mengandung gambar Allah tersebut. Akan tetapi, hanyalah merupakan asumsi jika berkata bahwa tubuh (dalam bagiannya) tidak mungkin merupakan gambar Allah. Mungkin ide ini merupakan pinjaman dari ide kafir kuno bahwa roh adalah baik sedangkan tubuh (material) adalah jahat. Bagaimanapun, tampaknya akan lebih Alkitabiah jika menegaskan bahwa manusia (di dalam totalitas keberadaan jasmani-rohaninya) adalah (dan bukan sekedar berisi) gambar Allah. Bahkan jiwa (atau pikiran) akan terlihat sebagai kesatuan dari tubuh dan roh, dan bukan sekedar sebuah roh yang tertampung di dalarn tubuh. Bagaimanapun; kapasitas manusia untuk menjalankan kuasa atas bumi sebagai penyandang gambar Allah adalah bersifat jasmani dan juga rohani. Dan kita percaya bahwa manusia pada mulanya adalah sebuah gambaran dari Allah Tritunggal di mane manusia adalah seorang nabi, imam dan raja. Sebagaimana di dalam Allah terdapat tiga Pribadi di dalam satu hakikat, demikianlah di dalam pribadi Adam dikaruniakan kapasitas untuk pengetahuan, kekudusan dan kebenaran. Sebagai seorang nabi, manusia dikarunia indera-indera jasrnani dan kemampuan mental untuk belajar kebenaran. Sebagai seorang imam, dia memiliki kepekaan dan kerinduan untuk menyembah Allah di daiam kekudusan sejati. Dan sebagai seorang raja, dia memiliki kuasa dan kemampuan jasmani dan mental untuk menundukkan segaia hal di dalam kebenaran kepada tujuan dan kehendak Allah. Di dalam kepenuhan Allah, secara khas kepada Bapalah diperhitungkan pengetahuan dan tujuan, Anak yang mendedikasikan segenap penyembahan dan sukacita Bapa, dan Roh Kudus yang menerapkan ketetapanketetapan dari Keberadaan ilahi. Hal ini tercermin dalam kompleksitas kepribadian manusia
(terlebih lagi dalam manusia sebelum jatuh dalam dosa).
(G.1. Williamson)

RENUNGKAN

Manusia ADALAH gambar Allah.   

DOAKAN
Terima kasih Tuhan, karena menciptakan diriku menurut gambarMu. Kiranya hidupku memberikan kemulian bagi nama-Mu.

 
Share