PENCIPTAAN MANUSIA (I) PDF Print E-mail
Written by Terang Alkitab   
Tuesday, 30 March 2010 15:29

MENGENAL ALLAH DAN FIRMANNYA (47/90)
Pedoman Saaat Teduh ( Hari Ke-47 dari 90 Hari)

 

 

PENCIPTAAN MANUSIA (I)

"Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah"

MAZMUR 8
Kejadian 2:18-25


Allah telah menciptakan manusia sebagai ciptaan yang khusus, menurut gambar-Nya. Mazmur 8:4-5 memberitahu bahwa kita bukan dijadikan sedikit lebih tinggi daripada binatang, melainkan sedikit lebih rendah daripada para malaikat (demikian menurut KJV). Terdapat banyak perbedaan antara manusia dan binatang. "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat." Allah meninggikan manusia tetapi ilmu pengetahuan justru merendahkannya. Merupakan penghinaan terhadap Allah dan manusia sendiri jika mengatakan bahwa manusia, yang sebenarnya dijadikan menurut gambar Allah, adalah berasal dari kera. Kejadian 2:7 memberitahu kita bahwa Allah "membentuk manusia itu dari debu tanah."Manusia dibentuk dengan penciptaan khusus dari bahan-bahan yang semula inorganik, dan bukan dijadikan dengan menggunakan bentuk kehidupan yang telah ada sebelumnya.


Pemikiran ini ditegaskan oleh pernyataan bahwa Allah "menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup." Nafas yang melambangkan Roh merupakan sebuah metafora yang umum di seluruh Alkitab. "Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya" (Mzm. 33:6). Dengan tindakan simbolik penghembusan nafas, Yesus, ketika menjumpai para murid setelah kebangkitan-Nya, melambangkan kepada mereka penerimaan Roh Kudus (Yoh. 20:22). Roh menafaskan ke dalam din manusia kehidupan rohani berupa kelahiran baru (Yoh. 3:8). Maka, nafas Allah di dalam Kejadian 2:7 melambangkan tindakan kreatif Roh yang khusus, yang dengannya manusia dijadikan makhluk yang hidup. Sebagai makhluk yang hidup, jiwa manusia diciptakan menurut gambar Allah. Tetapi tidak demikian halnya tentang jiwa atau nyawa binatang (Kej. 1:20,21,24).


Menyusul kemudian adalah catatan tentang penciptaan perempuan sebagai penolong yang sepadan bagi laki-laki. Hawa juga merupakan satu penciptaan khusus dengan tindakan mujizat Allah yang khusus. Dia dijadikan dari tulang rusuk yang di ambil dari pinggang Adam (Kej. 2:21-23). Kita tidak boleh menyangkal kemungkinan adanya simbolisme rohani di dalam tindakan penciptaan perempuan oleh Allah. Telah dikatakan dengan puitis bahwa perempuan bukan di ambil dari kaki laki-laki untuk menjadi bawahannya, juga bukan dari kepala untuk menjadi atasannya, melainkan dari pinggang untuk menjadi pendamping dan ciptaan yang setara.

RENUNGKAN
Laki-laki tidak akan lengkap tanpa perempuan.

DOAKAN
(Jika Anda telah menikah, ambillah waktu untuk bersyukur kepada Allah atas pasangan hidup Anda.)

 
Share