BISAKAH ALLAH MEMBUAT 2+2=6? PDF Print E-mail
Written by Terang Alkitab   
Sunday, 20 December 2009 16:08

MENGENAL ALLAH DAN FIRMANNYA (22/90)
Pedoman Saaat Teduh ( Hari Ke-22 dari 90 Hari)

BISAKAH ALLAH MEMBUAT 2+2=6?
MAZMUR 46
Ibrani 6:18

"Allah tidak mungkin berdusta."

 


Kemahakuasaan bukan berarti bahwa Allah bisa jelas memaksudkan bahwa Allah bisa melakukan melakukan segala hal, tetapi kemahakuasaan dengan kuasa hal apapun yang bisa dilakukan kuasa tersebut.


Bisakah Allah membuat 2+2=6? Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan kaum skeptik dan anak-anak. Kita menjawab dengan menanyakan berapa besar kuasa yang diperlukan untuk mencapai hasil ini. Absurditas dari pertanyaan ini tidak sulit untuk dilihat. Bisakah kekuatan satu ton dinamit menjadikan 2+ 2=6? Atau kekuatan sebuah born atom? Atau bahkan sebuah born hidrogen? Ketika pertanyaan-pertanyaan ini diajukan, akan segera terlihat bahwa kebenaran dari tabel perkalian berada di luar bidang kuasa (daya). Kuasa tidak ada hubungan dengannya. Ketika kita menyatakan bahwa Allah adalah mahakuasa, kita berbicara tentang kuasa. Di dalam membahas kebenaran Allah yang tidak terbatas, kekal dan tidak berubah, kita akan melihat bagaimana kebenaran merupakan hakikat dari sifatNya dan bukan berada di dalam bidang kuasa; dan kita akan memperhatikan teks-teks Alkitab yang dengan jelas menyatakan bahwa Allah tidak mungkin berdusta" (lbr. 6:18).


Maka tidak ada satu halpun menyangkut natur dari diijinkannya kejahatan yang bisa terbukti tidak konsisten dengan kemahakuasaan Allah, dan tidak ada satu hal pun di dalam natur dari kebenaran yang berimplikasi bahwa kemahakuasaan merupakan konsep yang berkontradiksi dengan dirinya sendiri.


Bisa dilihat bahwa dengan begitu sedikit kata-kata kita sedang membicarakan atribut Allah yang paling spektakuler, atribut yang paling banyak dibahas di dalam tulisan-tulisan populer. Kemahakuasaan Allah begitu mendasar bagi semua fakta lainnya. Kemahakuasan Allah merupakan hal yang terlalu menakjubkan untuk bisa dipikirkan! Akan tetapi kemahakuasaan Allah tidak memerlukan banyak kata. Allah, Bapa sorgawi kita, bukanlah sebuah obyek yang tidak berpribadi, melainkan satu Pribadi, Bapa kita! Dan keyakinan kita yang sepenuhnya kepada kemahakuasaan-Nya tidak menuntut banyak kata untuk mengungkapkannya. Sederhana saja: Allah adalah Allah kita, dan kita telah memberikan segenap diri kita kepadaNya. 'Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!"(Mzm. 46:11).

RENUNGKAN
Yesus memiliki segala kuasa, dan Dia tidak pernah gagal. (Mat. 28:18).

DOAKAN
Bapa tenangkanlah hatiku untuk mengenal bahwa Engkaulah Allah.

 
Share