TIDAK TERBATAS, KEKAL, DAN TIDAK BERUBAH DI DALAM KUASA-NYA PDF Print E-mail
Written by Terang Alkitab   
Sunday, 20 December 2009 16:02

MENGENAL ALLAH DAN FIRMANNYA (21/90)
Pedoman Saaat Teduh ( Hari Ke-21 dari 90 Hari)


TIDAK TERBATAS, KEKAL, DAN TIDAK BERUBAH DI DALAM KUASA-NYA
MATIUS 19:23-26
Ayub 42.2

"Bagi Allah segala sesuatu mungkin."

 


"Dan  aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: 'Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja." (Why. 19:6).


Kemahakuasaan Allah dinyatakan dengan mulia di dalam Alkitab dari awal sampai akhir. Allah disebut -Tuhan Allah yang Mahakuasa"berulangkali di dalam kitab Wahyu. Di 2 Korintus 6:18, kemahakuasaan Allah dengan indah dijalinkan bersama kasih serta rahmat-Nya kepada umat yang telah dipisahkan untuk diri-Nya sendiri. "Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."


Tidak ada agama atau filsafat lain di dalam sejarah budaya manusia yang mengajarkan kemahakuasaan Allah. Ini harus dipahami di dalam terang dari fakta bahwa tidak ada monoteisme lain dan tidak ada doktrin lain tentang penciptaan dari yang tidak ada (ex nihilo), selain yang terdapat di dalam tradisi Yudeo-Kristen atau yang diturunkan darinya. Hanya ada tiga agama monoteistik di dunia: Yudaisme, Kristen dan Islam. Kekristenan mengklaim diri sebagai perkembangan lebih lanjut dari tradisi Yahudi, dan cukup jelas bahwa Muhammad di abad ke-7 masehi menurunkan konsepnya tentang satu-satunya Allah yang tertinggi dari Yudaisme dan kekristenan.


Tentu saja politeisme tidak bisa bereksistensi beriringan dengan doktrin kemahakuasaan Allah, karena jika terdapat banyak dewa, masing-masing dengan kekuasaannya sendiri, tidak ada satu dewa yang bisa memiliki segenap kuasa yang ada atau yang akan ada.


Iman Kristen mengajarkan eksistensi dari satu Allah yang hidup dan sejati, dan yang esa. Dia adalah Allah dengan kekudusan rangkap tiga, "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa"(Why. 4:8). Allah yang esa dengan tiga Pribadi: Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus (1Yoh. 5:7).

RENUNGKAN
Jangan pernah percaya kepada tangan manusia, tetapi percayalah hanya kepada tangan yang kuat milik Allah.

DOAKAN
Bapa, tolonglah aku untuk selalu bersandar kepada-Mu dan bukan kepada manusia.



Last Updated on Wednesday, 21 April 2010 17:23
 
Share