TIDAK TERBATAS, KEKAL DAN TIDAK BERUBAH DI DALAM HIKMAT-NYA (II) PDF Print E-mail
Written by Terang Alkitab   
Sunday, 20 December 2009 15:56

MENGENAL ALLAH DAN FIRMANNYA (20/90)
Pedoman Saaat Teduh ( Hari Ke-20 dari 90 Hari)

TIDAK TERBATAS, KEKAL DAN TIDAK BERUBAH DI DALAM HIKMAT-NYA (II)
2 PETRUS 2:9
Roma 2:1-16

"Tetaplah berdoa."

Apakah makna praktis dari penekanan kita bahwa Allah bisa dan memang mengetahui segala hal yang akan terjadi di masa yang akan datang? Satu hal perlu diperhatikan, yaitu bahwa keseluruhan doktrin tentang pengabulan atas doa sangat erat berkaitan dengan pembahasan ini. Sangat jelas diajarkan di dalam Alkitab bahwa Allah mengundang kita untuk menaikkan permohonan-permohonan kita ke hadapan-Nya. "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur" (Flp. 4:6). Allah berkata kepada Yehezkiel, "Beginilah firman Tuhan ALLAH: Dalam hal ini juga Aku menginginkan, supaya kaum Israel meminta dari pada-Ku apa yang hendak Kulakukan bagi mereka, yaitu membuat mereka ban yak seperti lautan manusia. Seperti domba-domba persembahan kudus, dan seumpama domba-domba Yerusalem pada waktu-waktu perayaannya, begitulah kota-kota yang sudah runtuh penuh dengan lautan manusia. Dengan begitu mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."(Yeh. 36:37,38). Dengan perkataan lain, Allah berfirman, "Aku akan memberkati mereka dan aku akan memberkati mereka di dalam pengabulan atas doa."


Orang-orang Kristen yang mengenal Tuhan berseru kepada-Nya dengan bebas dan spontan, menyerahkan segala kekuatiran mereka kepada-Nya (1Ptr. 5:7). Sebagai orang tua kita sudah tahu sebelumnya bagaimana kita harus menjawab permohonan anak-anak kita. Dengan pengetahuan kita yang terbatas kita bisa mengetahui sesuatu tentang waktu yang akan datang. Kita ambil contoh seorang ibu yang merawat anaknya yang sakit. Sebelum matahari terbenam si ibu menyiapkan obat, air minum dan hal-hal lain yang membuat si anak merasa nyaman, karena ibu mengetahui bahwa akan ada tangisan di waktu malam. Ketika anaknya menangis, si ibu tidak mengubah pikirannya. Dia telah merencanakan jawaban untuk "permohonan" anaknya.


Sama dengan ini, Allah telah mengantisipasi doa-doa kita bahkan sebelum dunia dijadikan. Dia telah membangun jawaban-jawaban bagi doa-doa kita ke dalam struktur alam semesta ini. Dia tahu bahwa kita akan berdoa dan bahwa kita akan berdoa dengan cara spontan sebagaimana layaknya seorang anak menangis kepada bapaknya. Allah telah menyatukan RENUNGKAN    alam semesta ini berdasarkan prinsip hubungan pribadi di mana Dia menjawab doa dan kita,sampai taraf tertentu, bisa memahami tentang penyediaan-Nya yang penuh kasih hanya berdasarkan kemahatahuan-Nya.

RENUNGKAN
"Doa tidak lain adalah    membukakan  hati kita dihadapan Allah."(Calvin)   

DOAKAN

TUhan, ajar aku berdoa.

 
Share