Perumpamaan Pohon Ara Yang Tidak Berbuah (ke 18) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Tuesday, 01 October 2013 05:06

Ringkasan Khotbah 8 September 2013


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori: IV. Allah Menilai Apakah Manusia Melakukan Hikmat-Nya atau  Tidak?

Pohon Ara Yang Tidak Berbuah (ke 18)

Lukas 13:6-9

Oleh: GI Peter Yoksan


Tuhan Yesus perumpamaan kepada para murid-Nya bahwa ada seorang yang mempunyai  pohon ara yang tumbuh di tengah-tengah pohon anggurnya (ayat 6) tetapi pemilik anggur itu tidak menemukan buah ara dari pohon ara itu sehingga ia datang kepada pengurus kebun anggur itu dan berkata, “Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya, tebanglah pohon ini! Untuk apa dia hidup di tanah ini dengan percuma”(ayat 7). Jawab penjaga kebun anggur itu: ”Tuan, izinkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkulnya tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”(ayat8-9).


Perumpamaan ini hanya tercatat dalam Injil Lukas saja, akan tetapi kalau kita baca Markus 11:1-2 dan Matius 21:18 yaitu tentang Minggu Palem, kita ketahui bahwa pada hari Senin sebelum Yesus disalibkan, Yesus mengutuk sebatang pohon ara. Pohon itu langsung mulai kering dan keesokan hari yaitu hari Selasa pohon ara itu sudah mati total. Lukas 9-19 adalah tentang Yesus sedang berkeliling dimana Ia keluar masuk kota-kota dan desa-desa. Demikianlah orang Kristen, di dalam melayani harus sering membesuk jemaat dan anak sekolah Minggu (Lukas 9:6). Dan di dalam mengunjungi jemaat kita bukan hanya membicarakan hal-hal yang biasa tetapi yang terpenting adalah membicarakan Firman Tuhan.


Lukas 13:1 adalah berita yang menyedihkan bahwa Pilatus telah membunuh orang-orang Galilea dan mengambil  darah mereka kemudian  mencampurnya  dengan darah bintang untuk kemudian dijadikan sebagai persembahan. Yesus berkata, ”janganlah kamu mengira orang Galilea dosanya lebih besar daripada dosa semua orang Galilea yang lain”(ayat2. Di sini Yesus mau  menegur supaya mereka yang masih hidup segera bertobat (ayat 4). Dan berita lain yang Yesus beritahukan adalah bahwa di Yerusalem ada 18 orang yang mati ditimpa menara Siloam dan apakah dosa mereka yang mati itu kesalahannya lebih besar dari kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem (ayat 5). Dan untuk kedua kalinya Yesus menegur mereka yang masih hidup supaya  bertobat (ayat 6).

Pohon ara adalah pohon yang terkenal di Israel. Di dalam Alkitab ada 60 kali dicatat tentang pohon ara. Dalam bahasa Ibraninya pohon ara adalah Te-enah dan dalam bahasa Yunaninya Suke. Musim buah pohon ara ada 2 yaitu Musim Kecil (Maret-April) dan Musim Besar (Agustus-September). Buah ara berguna untuk dimakan (segar & kering) dan ia merupakan makanan orang miskin. Selain itu buah ara juga dapat dioleh menjadi kue. Pohon ara melambangkan berteduh untuk belajar Firman (Yoh 1:50) dan juga melambangkan bangsa Israel dan kemakmuran (Hosea 9:10, Yoel 1:7, Mat 24:32).


Perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah ini hanya mengajarkan satu satu point pelajaran yaitu “Allah memberikan kita kesempatan untuk bertobat.” Jikalau kita tidak mau bertobat maka akibatnya adalah binasa. Seseorang yang menanam pohon, tentu mengharapkan pohonnya berbuah. Jikalau sebatamg pohon tidak berbuah maka ia harus ditebang (Mazmur105:33). Ini adalah teguran yang membuat orang Israel  merasa tertekan (Yeremia 5:17, Amos 4:9).


Pada ayat 8-9, pengurus kebun meminta waktu 1 tahun lagi dan ia berjanji akan mencangkul tanah di sekeliling pohon ara itu dan memberinya pupuk, Perumpamaan Yesus biasanya mengandung beberapa hal yang tidak biasa (unik & mengejutkan). Di dalam perumpamaan ini, hal yang tidak biasa yaitu dalam kebun anggur ditanam sebatang pohon ara. Kemudian, pengurus kebun itu adalah pengurus kebun anggur, bukan pengurus kebun ara. Tujuan Yesus memasukkan hal yang tidak biasa di dalam perumpamaannya adalah supaya para pendengarnya mudah mengingat perumpamaan-perumpamaan-Nya. Jadi kenapa pengurus kebun itu mau meminta waktu satu tahun lagi untuk dia bisa memberi pupuk pada pohon ara itu? Bukankah urusannya hanyalah mengurus pohon anggur? Itu karena dia adalah orang yang baik jantung. Orang Israel kalau menanam pohon ara tidak pernah dikasih pupuk. Tapi di sini pengurus itu meminta waktu untuk memberi pupuk pada pohon ara itu. Inilah keunikan lain pada perumpamaan ini. Yesus ingin agar orang tidak melupakan perumpamaan yang ia telah berikan. Ara di antara anggur dan pemupukan.


Di dalam Lukas 3:8-9 dikatakan kalau sebuah pohon tidak berbuah maka Allah akan menebangpohon itu. Melalui Yohanes Pembaptis Allah menyatakan bahwa Ia memiliki kapak di tangan-Nya yang siap sedia menebang pohon yang tidak berbuah. Contohnya adalah Yudas Iskariot yang diberi kesempatan tetapi tidak mau bertobat maka akhirnya binasa. Namun Petrus yang telah 3 kali menyangkal Yesus tetapi diberi kesempatan bertobat dan ia bertobat maka ia tidak ditebang (binasa). Di dalam Kisah Para Rasul 13, ada seorang anak muda yang bernama Yohanes Markus yang tidak tahan dengan pelayanan yang berat bersama Paulus dan Barnabas kemudian meninggalkan pelayanan. Akan tetapi ia kemudian bertobat dan bahkan menjadi penulis Injil Markus.


Marilah kita memeriksa diri kita sendiri. Kita yang malas, tamak, suka iri, suka gossip dsb Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk bertobat. Tuhan itu kasih tetapi juga adil. Jikalau kita sudah diberi kesempatan namun tidak mau bertobat maka suatu saat kita akan ditebang.

(Diringkas oleh Rudy Rus, diedit oleh Pipit MJ)

Last Updated on Tuesday, 01 October 2013 05:08
 
Share