MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK KEDATANGAN TUHAN PDF Print E-mail
Written by Ajin Thu   
Thursday, 29 December 2011 16:40

 

Mempersiapkan Diri Untuk Kedatangan TUHAN

Matius 3:1-12

Oleh: GI Ajin Thu

Kisah tentangYohanes Pembaptis dicatat di empat Injil yaitu di Matius 3, Markus 1:1-8, Lukas 3 dan Yohanes 1:19-28. Yohanes Pembaptis adalah orang yang dipilih Tuhan untuk mempersiapkan jalan kedatangan Yesus. Ia adalah putra Zakaria dan Elizabeth sepupu Maria. Ia diberi gelar Pembaptis karena pekerjaannya yang membapatis orang Israel. Masa kecil dia tidak banyak diketahui kecuali bahwa ketika ia di dalam kandungan ibunya, Alkitab mencatat bahwa ia melonjak kegirangan ketika Maria datang mengunjungi ibunya Elizabeth. Pada umur 27 tahun, ia muncul sebagai pengkhotbah yang berseru-seru di padang gurun. Selanjutnya ia dipenjara dan dipenggal kepalanya karena ia mengecam perkara Herodes Antifas yang mengambil istri sepupunya yang bernama Herodias. Yohanes Pembaptis bukanlah Rasul Yohanes, tetapi ia adalah orang yang menyiapkan kedatangan Yesus yang pertama kali dengan 3 cara, yaitu:

  1. Memberitakan pertobatan (Ayat 1-2)

Ia sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan dengan menyerukan pertobatan. Bertobat artinya berbalik dari hidup yang jahat dan meninggalkan kehidupan yang lama. Pertobatan adalah secara suka rela menyadari bahwa kita orang berdosa dan  sangat membutuhkan kasih Allah. Saat ini kita juga sedang mempersiapkan diri untuk kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Cara kita menyambut-Nya adalah dengan bertobat dan lahir baru karena tanpa lahir baru kita tidak bisa melihat Kerajaan Allah. Tanpa bertobat kita tidak bisa masuk sorga.

  1. Menyiapkan umat untuk kedatangan Tuhan (Ayat 3-8)

Yohanes Pembaptis mempersiapkan dirinya sesuai dengan nubuatan. Ia berseru-seru di padang gurun. Pakaianya jubah dari bulu unta dan ikat pinggangnya dari kulit. Makanannya belalang dan madu hutan. Nabi Elia menyebut orang yang demikian adalah menunjukkan tanda jabatannya nabi (II Raja-raja 1:18). Yohanes Pembaptis adalah nabi. Ayat 5-6, ia berseru-seru kepada bangsa Israel, mereka bertobat dan dibaptis. Ayat 7-8, ia berkhotbah kepada bangsa Israel juga kepada orang Farisi dan orang Saduki. Orang Farisi percaya dan mentaati seluruh Hukum Taurat tetapi juga percaya kepada hukum-hukum buatan mereka sendiri. Secara lahiriah mereka seperti orang saleh tetapi di dalam hati mereka tidak demikian. Mereka senantiasa menentang dan tidak menerima Tuhan Yesus. Golongan Saduki yaitu golongan yang liberal, tidak menyukai perkara rohani meskipun mereka mengetahui ajaran Taurat. Mereka tidak percaya akan kebangkitan tubuh. Secara moral mereka lemah. Yohanes Pembaptis ingin sekali mereka bertobat dan meninggalkan kehidupan yang munafik. Mereka digambarkan seperti ular beludak.

  1. Bersaksi dan mengajarkan tentang Tuhan Yesus (Ayat 11-12)

Di dalam membaptis orang dan memberitakan pertobatan, Yohanes Pembaptis menunjukkan kepada mereka bahwa Yesus adalah Mesias yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan api dan pada akhirnya berkuasa menghukum mereka yang tidak percaya.  Orang yang tidak mau bertobat maka Tuhan Yesus akan memisahkan mereka. Tetapi orang yang sungguh-sungguh percaya Tuhan Yesus akan mendapatkan hidup kekal. Kita hidup di dunia ini kita diberi kesempatan untuk mengabarkan tentang Tuhan Yesus, bersaksi tentang kebaikan Tuhan dan melayani Tuhan. Marilah kita saksikan kepada orang yang belum percaya bahwa Yesus akan datang kembali kelak bukan lagi sebagai bayi tetapi sebagai hakim yang adil. Mereka yang percaya dan bekerja untuk Tuhan akan mendapat pahala dan mahkota, yang tidak percaya akan dihukum di api neraka.

 

Last Updated on Friday, 30 December 2011 06:01
 
Share