Helem Keselamatan Dengan Merk TULIP 2 PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 06 August 2011 17:37

Ringkasan Khotbah 29 November 2009


TERIMALAH HELEM KESELAMATAN (BAGIAN II)

Teks: Efesus 6:17

Pengkhotbah: GI Peter Yoksan


Keselamatan adalah hadiah dari Allah dan Ia mau manusia menerimanya. Seseorang yang beriman langsung selamat. Pada waktu Yesus di salib, ada 2 orang penjahat yang disalib bersama-sama dengan Dia. Mereka berdua mengeluarkan kata-kata kotor dan makian bahkan kepada Yesus. Namun akhirnya satu dari kedua penjahat itu sadar bahwa orang yang di sampingnya itu bukan orang biasa dan dia kemudian mengeluarkan kata-kata yang merupakan doa permohonan ampun kepada Tuhan. Penyamun itupun berubah, ia percaya kepada Yesus dan berkata, “Tuhan Yesus kalau Engkau datang ke dunia ini, ingatlah aku.” Ia tidak berbuat apa-apa, ia hanya percaya. Dan Yesus mengatakan hari ini juga engkau selamat dan akan bersama-sama Aku di Firdaus. Jadi, keselamatan adalah sangat sederhana. Kita tidak perlu melakukan apa-apa. Alkitab mengatakan bahwa semua syarat keselamatan telah dilakukan oleh Yesus.


Mazmur 85:1, “rahmat (hesed)  dan kebenaran (emuth) Alah saling bertemu. Keadilan (tsadiq) dan damai sejahtera (shalom) akan bercium-ciuman.” Rahmat dan kebenaran; keadilan dan damai Allah bertemu di salib Yesus. Banyak orang memiliki pemahaman yang kurang lengkap tentang keselamtan. Mereka berpikir bahwa Yesus menyelamatkan kita hanya melalui salib saja. Padahal Yesus menyelamatkan kita melalui kehidupan dan kematianNya.


Galatia 4:4, “Tetapi setelah genap waktunya maka Allah mengutus anakNya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.” Di dunia ini ada 3 orang yang sangat special. Yaitu Adam, Hawa dan Yesus. Adam dan Hawa tidak pernah menjadi bayi, tidak memilki ayah ibu, sekali mereka diciptakan tubuh mereka adalah tubuh manusia dewasa. Kekhususan Yesus adalah Ia dilahirkan dari seorang perawan, tidak memiliki ayah secara jasmani karena Ia dikandung dengan kuasa Roh Kudus (BapaNya adalah Bapa Sorgawi, Yusuf adalah ayah angkat). Ia hidup dengan mentaati hukum Taurat secara sempurna untuk menyelamatkan kita. Yesus harus melakukan semua hukum Taurat untuk memenuhi keadilan Allah [arti kata adil = mentaati seluruh hukum/aturan Allah] karena semua orang telah berdosa dan tidak dapat mentaati hukum Taurat secara sempurna. Yeus yang melakukannya untuk kita. Dengan demikian, Ia menyelamatkan kita bukan hanya dengan mati di salib saja tetapi juga dengan hidup mentaati semua hukum Taurat secara sempurna menggantikan kita.  


Bukti-bukti keataatan Yesus kepada hukum Taurat secara sempurna adalah:

Satu:
Ia disunat pada hari ke 8 (Luk 2:21) – memenuhi Kejadian 17;

Dua:
Ketika berumur 12 tahun Ia berada di Yerusalem untuk merayakan Paskah  - memenuhi Ulangan 16:16 (wajib untuk lelaki dewasa pada 3 Perayaan P [Paskah, Pentakosta, Pondok Daun] berada di Yerusalem dengan membawa persembanhan, jangan dengan tangan kosong);

Tiga:
Empat kali Yesus berangkat ke Yerusalem untuk merayakan Paskah (Yoh 2, 5, 6, 12) -     memenuhi Ulangan 16:16;   

Empat:
Ketika di salib Ia menitipkan ibuNya Maria kepada Yohanes – memenuhi Keluaran 20 (Hukum     ke 5 dari Sepuluh Hukum).

 

Yesus dapat melakukan itu semua karena Ia adalah 100% Allah dan 100% manusia tanpa dosa dan Ia adalah Kristus: nabi, imam dan raja. Hanya Yesus yang dapat menyelamatkan kita dan itu diberikan secara gratis untuk kita. Walaupun gratis namun itu tidak murah karena Yesus melakukannya dengan hidup dan matiNya. Marilah kita terima keselamtaan itu dengan penuh ucapan syukur. Amin.                                             

(Diringkas oleh Eunice Elson, diedit oleh PMJ)

 

 

 

 

 

 
Share